Berita

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta/Ist

Global

ASEAN+3 Sepakat Jaga Stabilitas Kawasan Hadapi Tantangan Global

SELASA, 06 MEI 2025 | 00:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah ancaman ketidakpastian global, kawasan ASEAN bersama Jepang, Korea, dan China (ASEAN+3) berupaya memperkuat benteng ekonomi.

Hal ini tercermin dari komitmen kuat negara-negara ASEAN+3 dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan ketahanan ekonomi regional melalui sejumlah inisiatif strategis yang disepakati dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 ke-28 (AFMGM+3) di Milan, Italia, pada 4 Mei 2025.

Dalam pertemuan tahunan ini, para pemimpin keuangan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama regional melalui berbagai inisiatif. 


Adapun fokus utamanya mencakup penguatan struktur pendanaan Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM), operasionalisasi Rapid Financing Facility (RFF), serta perluasan kerja sama di bidang kebijakan fiskal, pasar keuangan, dan manajemen risiko bencana.

“Bank Indonesia mendukung penguatan kerangka CMIM agar tetap responsif, fleksibel, dan mampu membantu negara anggota dalam menghadapi tantangan ke depan,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta dalam keterangan resmi, Senin 5 Mei 2025.

Filianingsih juga menyoroti strategi respons kebijakan BI yang mengedepankan sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Menurutnya, bauran kebijakan tersebut telah disesuaikan untuk merespons dinamika ekonomi saat ini, sejalan dengan pendekatan fiskal yang diambil oleh Kementerian Keuangan.

Dalam Joint Statement yang dirilis seusai pertemuan, ASEAN+3 menekankan pentingnya pembaruan arah strategis proses keuangan kawasan, penguatan kerangka pembiayaan risiko bencana (Disaster Risk Financing Initiative), serta identifikasi inisiatif masa depan ASEAN+3.

Tak hanya itu, negara-negara anggota juga menekankan pentingnya sinergi antara CMIM dan Dana Moneter Internasional (IMF). Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat efektivitas jaringan pengaman keuangan global dalam menghadapi guncangan ekonomi yang tidak terduga.

Pertemuan yang dipimpin oleh Malaysia dan China sebagai Co-Chairs ASEAN+3 Tahun 2025 itu juga dihadiri delegasi dari seluruh anggota ASEAN serta Jepang, Korea Selatan dan China. 

Ke depan, Filipina dan Jepang yang akan menjadi Co-Chairs berikutnya, mengumumkan rencana penyelenggaraan AFMGM+3 ke-29 yang akan digelar di Samarkand, Uzbekistan pada 2026 mendatang.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya