Berita

Penjara Alcatraz/Net

Dunia

Trump Perintahkan Alcatraz Dibuka Kembali untuk Penjahat Kelas Kakap

SENIN, 05 MEI 2025 | 10:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perintah pembukaan kembali Penjara Alcatraz yang legendaris di lepas pantai California, yang telah ditutup sejak 1963.

Dalam pernyataan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyebut langkah ini sebagai simbol kembalinya hukum, ketertiban, dan keadilan di Amerika Serikat.

Menurutnya Amerika sudah terlalu lama diganggu oleh para pelaku kejahatan yang kejam dan berulang, sehingga dibutuhkan penjara dengan sistem keamanan yang tinggi seperti Alcatraz. 


“Hari ini, saya mengarahkan Biro Penjara, bersama dengan Departemen Kehakiman, FBI, dan Keamanan Dalam Negeri, untuk membuka kembali Alcatraz yang telah diperluas dan dibangun kembali secara substansial," tulisnya seperti dimuat BBC pada Senin, 5 Mei 2025.

Trump menegaskan bahwa Alcatraz yang baru akan digunakan untuk menampung para pelaku kejahatan paling kejam dan brutal di Amerika.

Alcatraz, yang awalnya dibangun sebagai benteng pertahanan angkatan laut dan kemudian menjadi penjara federal terkenal, pernah menampung narapidana legendaris seperti Al Capone, Mickey Cohen, dan George “Machine Gun” Kelly. 

Setelah ditutup karena biaya operasional yang terlalu mahal, hampir tiga kali lipat penjara federal biasa, pulau ini diubah menjadi objek wisata populer yang dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Rencana Trump ini memicu reaksi publik yang beragam, terutama setelah kebijakannya yang kontroversial mengirim tersangka anggota geng ke penjara di luar negeri, termasuk ke El Salvador. 

Pada bulan Maret, ia sempat mengirim lebih dari 200 tersangka anggota geng Venezuela ke penjara asing, sebuah langkah yang memicu perdebatan hukum dan hak asasi manusia.

Langkah menghidupkan kembali Alcatraz ini juga membawa kembali bayang-bayang sejarah dan pop culture. Pulau ini pernah menjadi latar film-film terkenal seperti Birdman of Alcatraz (1962) dan The Rock (1996), yang semakin mengukuhkan citranya sebagai simbol kerasnya penegakan hukum di Amerika.

Belum ada rincian resmi mengenai anggaran maupun waktu pembangunan ulang fasilitas ini, namun pengamat memperkirakan biayanya akan sangat besar, mengingat tantangan logistik yang dulu membuatnya ditutup.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya