Berita

Emergency Medical Team (EMT) 2 dari lembaga kemanusiaan nasional, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)/Ist

Politik

BSMI:

Gaza Alami Krisis Kemanusiaan Akibat Serangan Israel

MINGGU, 04 MEI 2025 | 20:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Melihat kekejaman Israel, Pemerintah Indonesia dan negara di dunia agar memberi perhatian besar kepada Gaza, Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan, di mana warganya sangat menderita akibat serangan Israel.

Hal ini disampaikan Prof. Basuki Supartono selaku tim medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) 2 dari lembaga kemanusiaan nasional, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang bertugas di salah satu rumah sakit di Khan Younis, Gaza Selatan pada 15 April sampai 3 Mei 2025.

“Dalam kondisi yang sangat terbatas ini kira-kira berapa lama mereka akan bertahan? Mungkin kurang lebih 30 hari karena blokade itu nggak dibuka,” kata Basuki kepada wartawan di Jakarta Timur, Minggu 4 Mei 2025.


Di Gaza, Basuki tidak sendirian, tapi ada empat dokter spesialis lainnya dari BSMI yang melaksanakan tugas kemanusiaan.

Mereka adalah dr. Prita Kusumaningsih, Sp.OG (Spesialis Obgyn/Kandungan); dr. Nurcholis Hendry Nugraha, Sp.An (Spesialis Anastesi); dr. Harfindo Nismal, Sp.BM (Spesialis Bedah Mulut) dan drg. Muchamad Sarbini Wahid (Dokter Gigi).

“Waktu hari pertama kami nggak bisa tidur, kenapa? Karena kami nggak biasa dengar (ledakan) bom, itu setiap saat berbunyi,” kata Basuki.

Basuki mengatakan, setiap hari drone selalu mengawasi kegiatan masyarakat Gaza dan para dokter di rumah sakit. Setidaknya ada tiga jenis drone yang kerap mengudara di ‘atas kepala’ Prof Basuki saat melakukan misi kemanusiaan.

“Suara drone nggak pernah berhenti, kalau di sana itu bunyi terus. Drone ada tiga, pertama menangkap foto atau wajah kita, kedua drone yang bertugas melemparkan senjata (bom) dan ketiga drone yang bertugas mengawasi atau observasi,” kata Basuki.

Basuki menambahkan, keberadaan tim EMT 2 BSMI di Gaza untuk memberikan dukungan medis dan psikologi kepada rakyat setempat. Keberadaan mereka di sana juga didukung oleh lembaga kemanusiaan internasional lainnya yang terlibat dalam misi tersebut.

"Kami ingin blokade dibuka secepat mungkin, kalau bisa sekarang ya dilakukan sekarang. Secara batas kemanusiaan, tidak mungkin mereka bertahan, tapi secara psikologis memang mereka kuat,” pungkas Basuki.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya