Berita

Unggahan foto Presiden Amerika Serikat gunakan pakaian Kepausan yang dibuat menggunakan AI/Net

Global

Trump Hebohkan Publik, Pamer Foto AI Dirinya Sebagai Paus

MINGGU, 04 MEI 2025 | 09:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencuri perhatian publik setelah mengunggah gambar dirinya yang dimanipulasi dengan AI, mengenakan atribut lengkap kepausan di platform media sosial miliknya, Truth Social.

Dalam gambar tersebut, Trump tampak mengenakan jubah putih, liontin salib emas, serta topi miter khas Paus. Ia terlihat mengangkat jari telunjuknya menunjuk ke langit sebuah pose yang banyak diartikan sebagai simbol kekuasaan rohani.

Aksi ini muncul tak lama setelah Trump bercanda kepada wartawan bahwa ia ingin menjadi paus Katolik berikutnya, menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April lalu.


“Saya ingin menjadi paus, itu akan menjadi pilihan nomor satu saya,” ujar Trump ketika ditanya siapa yang ia inginkan sebagai penerus Paus Fransiskus, seperti dikutip dari Associated Press pada Minggu, 4 Mei 2025.

Meski demikian, ia juga menambahkan tidak memiliki preferensi khusus, meski menyebut ada seorang kardinal di New York yang sangat baik, yang diyakini merujuk pada Uskup Agung New York, Timothy Dolan.

Trump diketahui menghadiri upacara pemakaman Paus Fransiskus minggu lalu, yang sekaligus menjadi perjalanan luar negerinya pertama sejak kembali berkuasa.

Menurut jajak pendapat pada November lalu, sekitar 60 persen pemilih Katolik di AS mendukung Trump, dari total sekitar 20 persen warga Amerika yang mengidentifikasi diri sebagai Katolik. 

Meski demikian, hubungan Trump dengan Vatikan sempat memanas. Paus Fransiskus sendiri pernah secara terbuka mengkritik Trump, terutama atas kebijakan pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang ia usung pada kampanye presiden 2016. 

Kala itu, Paus Fransiskus mengatakan: “Siapa pun, siapa pun dia, yang hanya ingin membangun tembok dan bukan jembatan bukanlah seorang Kristen.”

Kini, semua mata tertuju ke Vatikan. Para kardinal akan berkumpul dalam konklaf di Kapel Sistina pada 7 Mei untuk memilih paus baru. Meski tentu saja, Trump tidak masuk dalam daftar calon yang mungkin dipilih.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya