Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Lonjakan Harga Emas Picu Inflasi Perhiasan Tertinggi dalam 20 Bulan

JUMAT, 02 MEI 2025 | 13:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lonjakan harga emas global mendorong peningkatan inflasi di dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa emas perhiasan menjadi salah satu pemicu utama inflasi bulanan April 2025 yang mencapai 1,17 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan, kontribusi komoditas emas terhadap inflasi bulan April mencapai 0,16 persen.

"Pada April 2025, komoditas emas perhiasan mengalami inflasi 10,52 persen dan merupakan tingkat inflasi tertinggi selama 20 bulan inflasi berturut-turut. Meningkatnya inflasi emas perhiasan ini terjadi seiring dengan kenaikan harga emas dunia," ungkapnya dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat 2 Mei 2025.


Lebih lanjut, Pudji menjelaskan bahwa lonjakan inflasi emas perhiasan bulan April menjadi yang tertinggi sejak September 2020.

"Inflasi emas perhiasan yang terjadi pada April 2025 ini tertinggi sejak September 2020, karena pada Agustus 2020 itu terjadi inflasi emas sebesar 10,75 persen (lebih tinggi dibandingkan April 2025)," jelas Pudji.

Emas perhiasan sendiri masuk dalam kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang menjadi kelompok penyumbang inflasi terbesar kedua bulan April dengan angka inflasi 2,46 persen dan andil 0,16 persen.

Sementara itu, kelompok dengan kontribusi inflasi bulanan tertinggi adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok ini mencatat inflasi 6,60 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,98 persen.

Secara tahunan (yoy), inflasi tercatat sebesar 1,95 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (ytd) mencapai 1,56 persen.

"Secara tahunan, seluruh provinsi (38 provinsi) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 5,96 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Papua Barat, yaitu sebesar 0,15 persen," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya