Berita

Presiden Prabowo Subianto di hadapan ribuan buruh/Ist

Politik

Berantas Korupsi Harus Sistemik untuk Menyerang Akar Masalah, Bukan hanya Gejalanya

JUMAT, 02 MEI 2025 | 11:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto menegaskan  pemerintahannya tidak akan mentoleransi praktik korupsi dan tidak segan menghukum  aparatur negara yang terlibat cara kotor tersebut.

Pernyataan itu disampaikannya saat berpidato di perayaan May Day di Monas, Jakarta pada Kamis kemarin, 1 Mei 2025.

Sikap tegas Presiden Prabowo tersebut didukung penuh Wasekjen Partai Demokrat Didik Mukrianto. Dia menyebut pemberantasan korupsi yang sistemik diperlukan karena korupsi  telah mengakar dalam sistem sosial, politik, dan ekonomi yang dapat merusak tatanan masyarakat secara luas. 


"Idealnya action will-nya dilakukan secara masif oleh aparat negara dan aparat penegak hukum khususnya KPK, Kejaksaan dan Polri," kata Didik lewat akun X miliknya, Jumat 2 Mei 2025.

Dia melanjutkan, korupsi telah melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan, hukum, dan pelayanan publik. Hal ini dapat memicu ketidakstabilan sosial dan politik.

Korupsi juga mengalihkan sumber daya publik untuk kepentingan pribadi, mengurangi efisiensi anggaran, serta menghambat pembangunan. Korupsi dilakukan segelintir elite untuk meraup keuntungan, memperlebar kesenjangan ekonomi dan sosial, juga memperburuk kemiskinan.

"Korupsi yang terstruktur melindungi pelaku dari penegakan hukum, bisa menciptakan budaya impunitas dan merusak integritas sistem peradilan," sambungnya.

Selain itu, lingkungan yang korup meningkatkan biaya bisnis, menurunkan kepercayaan investor, dan menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Maka pemberantasan sistemik membutuhkan pendekatan holistik, mulai dari reformasi kelembagaan, transparansi, penguatan hukum, dan perubahan budaya untuk menyerang akar masalah, bukan hanya gejalanya. 

"Tanpa pendekatan ini, upaya pemberantasan hanya bersifat sementara dan tidak efektif," pungkasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya