Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Jangkau Lebih Banyak Pelanggan Pedesaan, Amazon Kucurkan Dana Rp64 Triliun

KAMIS, 01 MEI 2025 | 14:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Platform belanja online raksasa asal Amerika Serikat, Amazon.com, akan menginvestasikan 4 miliar Dolar AS (sekitar Rp 64 triliun) untuk memperluas jaringan pengirimannya ke wilayah pedesaan di Amerika. 

Dikutip dari Reuters, Kamis 1 Mei 2025, proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026, dengan tujuan meningkatkan jumlah pembeli dari kota-kota kecil dan pedesaan.

Amazon menyebutkan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membangun lebih dari 200 stasiun pengiriman baru dan menciptakan 100.000 lapangan kerja.


Pengiriman cepat adalah kunci utama strategi Amazon. Karena itu, mereka terus menggelontorkan dana besar untuk memperkuat jaringan logistik dan tetap unggul dari para pesaing seperti Walmart dan Target.

"Setelah ekspansi ini selesai, kami akan mampu mengirim lebih dari satu miliar paket setiap tahun ke pelanggan di lebih dari 13.000 kode pos, mencakup area seluas 1,2 juta mil persegi," kata Amazon.

Langkah ini akan menggandakan jangkauan pengiriman Amazon di pedesaan dan mempersingkat waktu pengiriman hingga separuh dari waktu sebelumnya.

Sementara itu, saham Amazon naik 3 persen dalam perdagangan setelah jam pasar, menyusul laporan keuangan positif dari perusahaan teknologi lainnya seperti Meta dan Microsoft.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya