Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun Tajam, Terbesar Sejak 2021

KAMIS, 01 MEI 2025 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terus anjlok dan mencatat penurunan bulanan terbesar dalam hampir 3,5 tahun pada perdagangan Rabu, 30 April 2025, atau Kamis pagi WIB.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup turun sebesar 1,13 Dolar AS atau 1,76 persen menjadi 63,12 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) anjlok 2,21 Dolar AS atau 3,66 persen dan ditutup di angka 58,21 Dolar AS per barel-harga terendah sejak Maret 2021.

Penurunan ini terjadi setelah Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, memberi sinyal akan meningkatkan produksinya untuk merebut kembali pangsa pasar. Di sisi lain, ketegangan dagang global juga ikut menekan permintaan minyak.


"Ini memunculkan kekhawatiran akan terjadinya perang produksi lagi," ujar Phil Flynn, analis senior dari Price Futures Group.

"Apakah Arab Saudi ingin menunjukkan bahwa mereka siap merebut kembali pangsa pasarnya? Kita lihat saja nanti," lanjutnya.

Awal bulan ini, Arab Saudi telah mendorong peningkatan produksi OPEC+ yang melebihi rencana sebelumnya untuk Mei. Beberapa anggota OPEC+ juga berencana mengusulkan kenaikan produksi lagi untuk bulan Juni. Kelompok ini akan bertemu pada 5 Mei guna membahas langkah selanjutnya.

"Perang dagang mengurangi langsung permintaan minyak dan aktivitas perjalanan. Jika OPEC mencabut pengurangan produksi, maka risiko pasokan berlebih makin tinggi,'" kata Pavel Molchanov, analis strategi dari Raymond James.

Selain itu, kekhawatiran akan melemahnya ekonomi global turut menekan harga minyak. Data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini, karena lonjakan impor oleh perusahaan yang mencoba menghindari biaya tinggi akibat perang dagang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya