Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

PDB AS Terkontraksi, Dolar AS Menguat Lagi

KAMIS, 01 MEI 2025 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sejumlah mata uang utama, setelah data menunjukkan ekonomi AS menyusut pada kuartal pertama, lebih buruk dari ekspektasi. 

Produk domestik bruto (PDB) turun 0,3 persen pada kuartal tersebut, menurut laporan Departemen Perdagangan dalam estimasi pertamanya. PDB terpukul oleh lonjakan impor, di mana pasar mencoba melakukan pembelian lebih awal sebelum penerapan tarif oleh pemerintahan Donald Trump. 

Data menunjukkan impor pra-tarif melonjak 41,3 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.


Peningkatan belanja dan pendapatan konsumen Amerika serta perlambatan inflasi tahunan juga mendorong penguatan Dolar. 

Data memperlihatkan pendapatan pribadi AS meningkat 0,5 persen pada Maret dan pengeluaran naik 0,7 persen, yang keduanya di atas perkiraan ekonom dalam jajak pendapat  Reuters. 

Indeks Dolar (DXY) naik 0,51 persen menjadi 99,68 pada penutupan perdagangan Rabu 30 April 2025. 

Dolar menguat terhadap Yen dan diperdagangkan 0,3 persen lebih tinggi menjadi 142,77 Yen. 

Euro menyusut terhadap Dolar AS sebanyak 0,4 persen menjadi 1,1343 Dolar AS.

Poundsterling anjok 0,5 persen menjadi 1,3340 Dolar AS. Sepanjang April, mata uang ini melambung 3,3 persen, kenaikan terbesar terhadap Dolar sejak November 2023.

Dalam 12 bulan hingga Maret, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), pengukur inflasi pilihan the Fed, meningkat 2,3 persen, turun dari 2,7 persen pada Februari.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya