Berita

Momen kebersamaan aktivis-intelektual Syahganda Nainggolan, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat/Ist

Politik

Menguat Jadi Pengganti Hasan Nasbi, Syahganda Paham Ideologi Pembangunan Prabowo

KAMIS, 01 MEI 2025 | 00:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

.Kalangan media menyambut baik pengunduran diri Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Selain kurang komunikatif dan berjarak dengan masyarakat pers, Hasan Nasbi juga dinilai gagal memahami ideologi pembangunan Presiden Prabowo.

Karena tidak nyambung, Hasan Nasbi dan kantor yang dipimpinnya kesulitan mengomunikasikan kinerja pemerintahan Prabowo kepada masyarakat. 

Diharapkan, setelah Hasan Nasbi hengkang dari Istana Negara, Presiden Prabowo menunjuk sosok yang memiliki kesamaan ideologi pembangunan dengannya untuk mengisi kursi kosong Kepala PCO. 


Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa menjawab pertanyaan wartawan, Rabu 30 April 2025. 

Teguh mengatakan, ada sejumlah nama yang layak dipertimbangkan Prabowo sebagai komunikator kinerja pemerintah. Dari nama-nama itu, Teguh menilai, sosok aktivis-intelektual Syahganda Nainggolan adalah yang paling pas. 

“Syahganda Nainggolan bukan sosok yang asing bagi kalangan media. Dia cukup komunikatif dan artikulatif menyuarakan berbagai gagasan pembangunan yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan,” ujar Teguh.

“Saya menyimpulkan tidak sulit bagi Syahganda untuk membaca dan memahami pikiran pembangunan Prabowo dan kemudian mengomunikasikannya kepada kalangan pers dan masyarakat luas,” sambung Teguh. 

Penilaian Teguh ini sejalan dengan pandangan Rocky Gerung yang disampaikannya dalam wawancara dengan wartawan senior Hersubeno Arief. 

Rocky Gerung mengibaratkan Prabowo sedang menempuh jalan berbatu untuk mewujudkan visi pembangunannya. Dalam situasi seperti ini, Prabowo membutuhkan sosok intelektual yang selain memiliki kemampuan komunikasi yang baik juga memiliki kesamaan ideologi pembangunan dengannya.

Dalam wawancara itu, Rocky Gerung menyebut nama Syahganda sebanyak delapan kali. Jumlah ini klop dengan nama sandi Prabowo, yakni 08. 

”Secara mental Prabowo mengerti rakyat menginginkan kepastian masa depan. Dan Syahganda menulis banyak tentang itu. Secara ideologi, Syahganda memahami ideologi pembangunan Prabowo. Secara akademi, Syahganda sudah terlatih dalam soal-soal public policy dan public opinion,” ujar Rocky Gerung.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya