Berita

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf/Ist

Politik

Mensos Ungkap 100 Sekolah Rakyat Bakal Didanai APBN, Sisanya Swasta

RABU, 30 APRIL 2025 | 16:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menyampaikan perkembangan terbaru terkait program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat miskin ekstrem. 

Kepada awak media, Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan fisik dan dimulainya pembelajaran di beberapa titik pada tahun ini.

Dikatakan bahwa sebanyak 53 titik Sekolah Rakyat telah memasuki tahap pematangan dan penyediaan sarana-prasarana seperti meja, kursi, dan tempat tidur siswa. 


"Pada tahun ajaran ini ada beberapa titik yang bisa dimulai sebagaimana yang sudah kita sampaikan sebelumnya. 53 titik ini terus dilakukan pematangan bahkan sudah mulai penyediaan sarana-prasarana. Apakah bangku, kursi, tempat tidur siswa dan lain sebagainya," ujar Gus Ipul kepada awak media usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Rabu, 30 April 2025. 
 
Gus Ipul mengungkap pemerintah daerah dari hampir 300 kabupaten, kota, dan provinsi telah mengajukan usulan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Peninjauan kelayakan lahan dan lokasi kini tengah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kita tentu survei dan yang melakukan survei adalah PU, setelah nanti dinyatakan layak maka akan coba dilaporkan ke Presiden tentang kemungkinan penambahan dari 53 yang sudah siap itu. Mungkin 70 atau mungkin juga 80 dan mungkin juga bisa 100, tergantung nanti dalam dua minggu ke depan ini," jelasnya.

Selain 53 titik awal, pemerintah menargetkan pembangunan sekolah di total 200 lokasi pada tahun ini. Sebanyak 100 titik akan dibiayai melalui APBN, dan sisanya melalui partisipasi swasta.

"Direncanakan kalau memenuhi syarat, tahun ini Presiden akan memulai pembangunan di 200 titik. 100 titik dengan anggaran APBN dan/atau 100 lagi adalah partisipasi swasta," ucap Gus Ipul.

Sekolah Rakyat ditujukan bagi siswa dari kelompok desil 1 atau masyarakat dalam kondisi miskin ekstrem. Pemerintah juga akan melakukan kunjungan rumah untuk memverifikasi kondisi sosial ekonomi calon siswa.

"Nanti juga akan ada semacam kunjungan ke rumah masing-masing orang tua mereka untuk memastikan bahwa mereka berada di desil 1 dan ada kesanggupan untuk mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah rakyat," kata Mensos.

Ia menambahkan bahwa setiap lokasi pembangunan sekolah akan membutuhkan lahan minimal 8 hektare, lengkap dengan asrama, perumahan guru, sarana olahraga, dan fasilitas pendukung lainnya.

Untuk tenaga pengajar, Gus Ipul menyatakan bahwa kepala sekolah wajib berasal dari kalangan ASN, sementara guru dapat direkrut dari tenaga P3K penuh, paruh waktu, maupun dari jalur PPG jika masih kurang.

"Kurikulum juga sudah dimatangkan, dipimpin oleh Prof. Muhammad Nuh dan sekarang sudah masuk tahap finalisasi. Mudah-mudahan di bulan Juni nanti semuanya tuntas sehingga guru, kepala sekolah dan lain-lain bisa dilakukan pelatihan-pelatihan tambahan," ujarnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya