Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Jelang Data Ekonomi Dolar AS Tersungkur

SELASA, 29 APRIL 2025 | 09:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) jatuh di tengah fokus pasar terhadap kebijakan perdagangan AS.  Pasar juga tengah menantikan laporan data ekonomi, yang mungkin akan memberikan indikasi apakah perang dagang Presiden Donald Trump mulai berdampak.

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) pada penutupan tadi malam turun 0,46 persen menjadi 99,01.

Dikutip dari Reuters, Dolar AS merosot 1,1 persen terhadap Yen menjadi 142,10 pada penutupan perdagangan Senin 28 April 2025. Mencatat penurunan harian terbesar sejak 10 April. 


Dolar AS juga merosot versus Euro, karena mata uang Eropa itu menguat 0,5 persen menjadi 1,1419 Dolar AS. 

Dolar AS juga terjerembab terhadap Franc Swiss, turun 0,7 persen menjadi 0,8205 Franc. 

Mata uang Amerika itu menuju penurunan bulanan terbesar sejak Juli tahun lalu, karena Trump mengguncang kepercayaan pada keandalan aset AS.

Saat ini, investor tengah menunggu laporan ketenagakerjaan AS periode April, di mana pertumbuhan pekerjaan diperkirakan masih melambat. 

Pejabat Federal Reserve termasuk Chairman Jerome Powell mengindikasikan mereka bersedia memangkas suku bunga jika terlihat jelas ada risiko terhadap pertumbuhan. 

Euro turun 0,4 persen terhadap Poundsterling menjadi 85,03 Pence, yang dipicu oleh pemadaman listrik besar-besaran di sebagian besar Spanyol.

Kanada sedang menyelenggarakan pemilihan umum, dengan Partai Liberal yang berkuasa memegang keunggulan tipis dalam jajak pendapat dan kemenangan yang lebih besar di pasar prediksi daring. 

Dolar AS jatuh 0,1 persen menjadi 1,3836 Dolar Kanada.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya