Berita

Diskusi Publik Nasional di Hotel Grand Asrilla, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin, 28 April 2025/Ist

Bisnis

Sejumlah Tokoh Siap Kawal Kopdes Merah Putih Hadapi Kapitalisme

SENIN, 28 APRIL 2025 | 19:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sejumlah tokoh hadir dalam Diskusi Publik Nasional di Hotel Grand Asrilla, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin, 28 April 2025.

Di antaranya, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais), Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto; mantan Calon Gubernur (Cagub) Jakarta, Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, Ketua Umum Keluarga Besar (KB) Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI), Hendra Zon, Fahri Lubis dan lainnya.

Diskusi yang diprakarsai KB APTSI itu terlihat menyoroti kinerja hingga kebijakan Kabinet Merah Putih termasuk rencana program Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibentuk di desa-desa.


Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat, Nurodi, yang hadir sebagai peserta diskusi tersebut mengajak semua pihak untuk mengawasi pembentukan hingga kinerja Koperasi Merah Putih.

Sebab, menurut dia, Kementerian Koperasi yang seharusnya menjadi leading sector dinilai belum terlalu maksimal dalam persiapan pembentukan Koperasi Merah Putih.

"Saat ini, seolah-olah pemerintah desa yang justru sibuk menyiapkannya, padahal ada kementerian khusus yang membidangi, jika kondisinya seperti ini maka kinerja menteri dan jajarannya dipertanyakan," jelas Nurodi. 

Ia mengatakan, koperasi memiliki kekuatan besar dalam menyokong ekonomi kerakyatan, bahkan dapat menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menyaingi kapitalisme.

Karenanya, jangan sampai program Koperasi Merah Putih yang alokasi anggarannya mencapai Rp400 triliun tersebut justru hanya memberikan manfaat bagi segelintir kalangan.

"Jadi, program ini harus dikawal bersama seluruh elemen masyarakat dari mulai pembentukan hingga kinerjanya, karena prinsip koperasi adalah memberikan manfaat seluas-luasnya bagi seluruh anggota," tandasnya.

Sementara Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun yang menjadi narasumber dalam diskusi nasional itu menyoroti program Koperasi Merah Putih yang terkesan belum jelas sasaran marketnya.

Padahal, yang terpenting dalam pembuatan sesuatu termasuk program pemerintah ialah sasaran marketnya, karena jika belum jelas maka dipastikan bakal bubar akibat organisasinya tidak berjalan secara sehat.

"Kami menilai, dalam program ini target marketnya belum jelas, dan jika boleh memberikan saran maka menjadikan masyarakat sebagai market sekaligus marketingnya adalah kunci suksesnya," kata Dharma Pongrekun.

Selain itu, Koperasi Merah Putih juga dinilai tidak perlu membuat program simpan pinjam, tetapi cukup mempertemukan produsen, dan konsumen yang sekaligus menjadi marketing untuk promosi

Pihaknya meyakini, pola semacam itu membuat masyarakat akan mempromosikan produk-produk koperasi di lingkungan sekitarnya yang akhirnya penjualannya pun meningkat.

"Jadi, enggak perlu promosi lagi, kan, percuma promosinya besar-besaran, tetapi ujungnya enggak laku, dan bubar, sehingga menjadikan masyarakat sebagai konsumen sekaligus marketing adalah pilihan terbaik," ujar Dharma Pongrekun.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KB APTSI, Hendra Zon, menyampaikan, paradigma di masyarakat yang cenderung kurang mempercayai koperasi akibat adanya simpanan pokok, simpanan wajib, hingga simpanan sukarela.

Istilah-istilah semacam itu membuat masyarakat berpandangan bahwa simpanan tersebut sewaktu-waktu dapat diambil meski sebenarnya simpanan pokok merupakan modal awal untuk memulai usaha sebagai anggota koperasi.

"Seharusnya istilah simpanan tersebut diubah, misalnya, menjadi modal awal, iuran, dan sebagainya, sehingga dapat menghilangkan keraguan masyarakat terhadap koperasi yang selama ini terkesan lebih banyak beban dibanding hasilnya," pungkas Hendra Zon.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya