Berita

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan/Ist

Nusantara

10 Kecamatan di Kota Bandung Berpeluang Terdampak jika Terjadi Likuifkasi

SENIN, 28 APRIL 2025 | 06:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Hasil kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis ada 10 kecamatan di Kota Bandung, Jawa Barat yang berpeluang terdampak bila terjadi likuifaksi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat Apel Kesiapsiagaan Bencana di Balai Kota mengatakan, kompleksitas geologis dan demografis Kota Bandung membuat wilayahnya rentan terhadap berbagai bencana, mulai dari banjir, longsor, angin puting beliung, sampai potensi likuifaksi.

“Bencana memang tidak diharapkan, tapi kita harus bisa hidup berdampingan dengannya. Karena itu, kita harus membentuk masyarakat tangguh bencana sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Kota Bandung,” kata Farhan seperti dikutip dari RMOLJabar, Minggu 27 April 2025.


Menurut Farhan, perlu kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi bencana, lewat pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Tanpa kerja sama lintas sektor, kesiapsiagaan tidak akan optimal.

Farhan menyampaikan bahwa saat ini Pemkot Bandung tengah menyelesaikan pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Nomenklatur dan regulasinya sudah disahkan. Sekarang kita sedang menyusun organisasi dan mengisi sumber daya manusianya,” kata Farhan.

Dikutip dari laman ITB, likuifaksi dapat diartikan sebagai perubahan material yang padat (solid), dalam hal ini berupa pasir lepas jenuh, yang akibat kejadian gempa, material itu seakan berubah karakternya seperti cairan (liquid).

Likuifaksi hanya bisa terjadi pada tanah yang jenuh air (saturated). Air itu terdapat di antara pori-pori tanah dan membentuk tekanan air pori.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya