Berita

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Surabaya, Jawa Timur/Ist

Politik

Wamenkop Ajak Syarikat Islam Kembali Berjihad Lewat Koperasi

MINGGU, 27 APRIL 2025 | 20:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perjalanan koperasi di Indonesia telah melewati sejarah panjang. Koperasi juga tidak bisa lepas dari kiprah saudagar dan para pedagang jauh sebelum Indonesia merdeka.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mencontohkan, keterkaitan koperasi dengan saudagar itu terjadi pada organisasi Sarekat Dagang Islam yang berubah nama menjadi Syarikat Islam (SI).

Demikian disampaikan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono pada acara Halal Bihalal 1446 Hijriah DPW Syarikat Islam Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Minggu 27 April 2025.


"Keduanya sama-sama mengutamakan kebermanfaatan, keadilan, hingga persaudaraan. Jadi, gerakan Syarikat Islam itu sangat mewarnai gerakan koperasi di Indonesia, oleh karena itu semangatnya tidak bisa dipisahkan dengan koperasi,” kata Ferry saat halal bihalal di DPW SI Jawa Timur, di Surabaya, Minggu, 27 April 2025

Wamenkop mengajak Syarikat Islam berkolaborasi dengan Kemenkop dalam pemberdayaan koperasi di Indonesia.

"Ini merupakan jihad ekonomi menjadikan koperasi sebagai alat perjuangan. Kita akan bangun kembali koperasi sebagai bandar usaha yang berwibawa, bisa bersaing dengan bandar usaha milik negara, swasta, dan lainnya," ucap Ferry.

Wamenkop lantas merujuk program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa di Indonesia.

"Melalui program itu, semua dimiliki negara. Baik itu pembiayaannya, fasilitasnya, dan sebagainya, semuanya dikerahkan untuk menjadikan Kopdes Merah Putih," kata Ferry.

Kopdes Merah Putih bisa menjadi alat perjuangan untuk menjadikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud secara merata. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo agar masyarakat pedesaan tidak terjerat pinjaman online, rentenir, dan tengkulak. 

"Bagi kita yang ada di Syarikat Islam, ini adalah dakwah ekonomi dan jihad ekonomi Syarikat Islam," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya