Berita

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Valery Gerasimov melaporkan "pembebasan" lengkap Wilayah Kursk kepada Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Global

Rusia Ngaku Libatkan Tentara Korut dalam Pembebasan Kursk dari Ukraina

MINGGU, 27 APRIL 2025 | 17:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kremlin mengklaim bahwa pasukannya telah sepenuhnya mengusir militer Ukraina dari wilayah Kursk pada Sabtu, 26 April 2025 setelah pertempuran sengit selama beberapa bulan terakhir. 

Untuk pertama kalinya, Rusia juga secara resmi mengakui kehadiran ribuan tentara Korea Utara yang membantu operasi militer mereka di wilayah tersebut.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Valery Gerasimov,  dalam laporan kepada Presiden Vladimir Putin, menyatakan bahwa Oblast Kursk telah sepenuhnya dibebaskan dari pasukan Ukraina. 


Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dan dilaporkan oleh media pemerintah Rusia, TASS.

“Saya ingin secara khusus mencatat partisipasi prajurit Republik Rakyat Demokratik Korea dalam pembebasan wilayah perbatasan Wilayah Kursk yang sesuai dengan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara negara kita memberikan bantuan yang cukup besar dalam menghancurkan kelompok tempur tentara Ukraina yang telah melancarkan serangan,” kata Gerasimov, seperti dikutip TASS.

Menurut laporan Interfax, Gerasimov juga memuji "ketabahan dan kepahlawanan" tentara Korea Utara, yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 11.000 personel, berdasarkan estimasi dari pihak Ukraina dan Korea Selatan.

Di sisi lain, pihak Ukraina membantah klaim Rusia. Pemerintah di Kyiv menyatakan bahwa meskipun pasukan mereka menghadapi situasi sulit di Kursk, mereka masih mampu bertahan dari pengepungan dan bahkan memukul mundur beberapa serangan darat Rusia.

Serangan Ukraina terhadap Kursk dimulai pada Agustus 2024. Strategi ini bertujuan untuk memaksa Rusia mengalihkan pasukannya dari pertempuran berat di Oblast Sumy dan Donbas, dua kawasan utama yang menjadi titik fokus invasi skala penuh Moskow sejak 2022.

Keterlibatan pasukan asing, terutama dari Korea Utara, menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah memasuki tahun ketiganya ini. 

Langkah ini juga menunjukkan semakin eratnya hubungan militer antara Moskow dan Pyongyang di tengah isolasi internasional yang semakin dalam terhadap Rusia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya