Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Perkuat Diplomasi, Berantas Illegal Fishing Tak Cukup dengan Patroli

MINGGU, 27 APRIL 2025 | 13:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kerja keras aparat penegak hukum, khususnya Polri, yang tak kenal lelah menjaga lautan Indonesia dari praktik illegal fishing diapresiasi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didik Mukrianto.

Menurutnya, memberantas pencurian ikan bukan sekadar soal patroli di laut. Ia memandang perlu adanya pendekatan yang lebih besar, lebih terencana. 

Ia membayangkan Indonesia membangun sistem pengawasan canggih, memanfaatkan VMS, AIS, radar, hingga drone yang memantau pergerakan kapal ilegal secara realtime. 


"Penggunaan drone untuk pengawasan perairan yang sulit dijangkau guna meningkatkan efisiensi patroli juga perlu dipertimbangkan," katanya lewat akun X, Minggu 27 April 2025.

Dia menegaskan, kapal-kapal asing pelaku illegal fishing harus tetap ditindak tegas, bahkan jika perlu, ditenggelamkan seperti yang diatur dalam UU 45/2009. Denda dan hukuman pidana pun perlu diperberat. 

"Pastikan proses hukum transparan dan akuntabel serta melibatkan penyidik profesional untuk mencegah keterlibatan oknum aparat yang tidak berintegritas," jelasnya.

Didik menekankan pentingnya membangun kerjasama erat dengan negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand. Indonesia harus aktif dalam berbagai forum regional, membangun jaringan intelijen yang kuat, dan mendorong penerapan aturan global seperti PSMA.

Di dalam negeri, sinergi antar-lembaga seperti Bakamla, KKP, TNI AL, dan Polair perlu diperkuat. Ego sektoral harus dihilangkan. 

Didik juga menyoroti pentingnya reformasi kebijakan. Ia mengusulkan peninjauan kembali aturan yang membuka peluang kapal asing masuk ke perairan Indonesia. 

Di sisi lain, masyarakat pesisir harus menjadi garda terdepan. Ia ingin nelayan lokal dibekali pelatihan tentang alat tangkap ramah lingkungan serta diberdayakan.

"Distribusikan kapal sitaan kepada nelayan atau institusi pendidikan sebagai alternatif penenggelaman untuk mendukung ekonomi lokal. Libatkan komunitas pesisir dalam program konservasi menjaga keberlanjutan sumber daya laut," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya