Berita

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo di Kantornya, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 26 April 2025/RMOL

Politik

Ganjar: Nggak Boleh Ada Matahari Kembar!

SABTU, 26 APRIL 2025 | 17:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Isu adanya Matahari Kembar dalam kepemimpinan nasional saat ini, direspons Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo. 

Matahari Kembar merujuk pada kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Karena ada sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang masih patuh terhadap Jokowi.

Ganjar mengatakan, jika para menteri kabinet tujuannya sekadar silaturahim menemui mantan Presiden adalah hal wajar. 


“Kalau kemudian konteksnya kemarin orang datang bersilaturahmi, biasa saja, orang menyebut bos ya, saya kira itu kelakar karena pengusaha yang menyebut itu. Terbiasa seperti itu, saya sih tidak terlalu mempersoalkan,” kata Ganjar kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 26 April 2025. 

Hanya saja, lanjut dia, jika para menteri kabinet Merah Putih tersebut mempunyai orientasi lain dengan Jokowi, maka Presiden Prabowo harus mengendalikan kepemimpinan nasional. 

“Ketika kemudian sebuah orientasi dalam sebuah kepemimpinan itu tidak dalam satu titik, pasti presiden harus segera mengendalikan bahwa siapapun yang ada di republik ini ada kendalinya dan demokrasi dalam pemerintah hanya satu presiden itu,” ucap mantan Gubernur Jawa Tengah ini. 

“Matahari Kembar itu nggak boleh ada, toh asumsi-asumsi atau anasir-anasir ada, saya kira segera harus diambil alih,” pungkas Ganjar.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya