Berita

Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDIP Bonnie Triyana. /Ist

Politik

PDIP: Spirit Konferensi Asia Afrika Masih Relevan Hadapi Tantangan Global

SABTU, 26 APRIL 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDI Perjuangan menggelar peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan diskusi publik bertajuk “Warisan Bung Karno untuk Asia-Afrika dan Keadilan Sosial Global" yang digelar Badan Sejarah Indonesia PDIP, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 26 April 2025. 

Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana dalam sambutannya mengatakan acara ini bukan sekadar mengenang sejarah. Lebih jauh dari itu, juga menegaskan relevansi semangat solidaritas bangsa-bangsa terjajah dalam menghadapi tantangan global terkini, seperti perang dagang dan ketidakadilan sosial.

Menurut Bonnie, KAA 1955 adalah puncak dari perjuangan panjang bangsa-bangsa Asia-Afrika sejak era 1920-an.


"Ini bukan hanya untuk melakukan romantisasi terhadap sebuah peristiwa sejarah, tetapi terlebih dari itu kita ingin memetik nilai yang sangat penting dari spirit pembebasan bangsa-bangsa di Asia Afrika," kata Bonnie.

Bonnie menuturkan bahwa negara perlu memetik nilai spirit pembebasan yang digagas tokoh seperti Soekarno, Ali Sastroamidjojo, Nehru, dan lainnya.

Dia menambahkan, KAA ini juga mengandung cerita dari usaha untuk memerdekakan diri dari bangsa-bangsa seterjajah dimulai dari tahun 20-an, kemudian ada Liga Anti-Imperialisme dan sejarah intelektual dari perjuangan bangsa-bangsa Afrika itu sendiri. Dan diskusi yang menghadirkan sejarawan ini akan mengupas soal gerakan intelektual tersebut.

"Kita tahu sekarang kita sedang perang dagang dan kita ingin mencari relevansi dari peristiwa ini apa di hari ini. Mungkin demikian laporan dari saya, acara ini juga diikuti secara online. Jadi, pesertanya lumayan yang mendaftar, banyak antusiasnya, mungkin juga yang dari luar daerah juga mengikuti tidak hanya dari partai tapi juga dari masyarakat umum," kata Bonnie.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP itu menyebut kegiatan ini sudah dipersiapkan cukup lama di Badan Sejarah Indonesia PDIP.

Hadir dalam acara pembukaan diskusi di Kantor DPP sejumlah pengurus pusat DPP PDIP antara lain Ahmad Basarah, Ganjar Pranowo, Sri Rahayu dan Ribka Tjiptaning.

Diskusi dibagi dalam dua sesi menghadirkan sejarawan, diplomat, dan akademisi.

Diskusi Panel I bertema Semangat Bandung dan Tantangan Asia-Afrika Kini dengan narasumber Dr. Wildan Sena Utama - Sejarawan UGM, I Gusti Wesaka Puja - Direktur Eksekutif ASEAN Institute for Peace and Reconciliaton, dan Ita Fatia Nadia, MA - Sejarawan dan Aktivis Gerakan Perempuan.

Diskusi Panel II bertema Peran Bung Karno dan Warisan Diplomasi Global dengan narasumber Andi Widjajanto Ph.D - Kepala Badan Riset dan Analisa Kebijakan (BARAK) PDI Perjuangan, Dr. Yeremia Lalisang - Dosen Hubungan Internasional FISIP UI, dan Dr. Sigit Aris Prasetyo - Diplomat dan Penulis Buku Dunia Dalam Genggaman Bung Karno.

Lalu masuk sesi Kuliah Umum dengan tema Peran Indonesia dalam Pembebasan Asia-Afrika yang dibawakan David van Reybrouck - Sejarawan Belgia, Penulis Buku Best Seller "Revolusi: Indonesia and the Birth of the Modern World".

Acara ini juga menampilkan pertunjuan seni dan budaya - Usman Hamid and the Blackstones.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya