Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping/net

Bisnis

Perang Dagang Mulai Cair, China Hapus Sebagian Tarif Impor AS

SABTU, 26 APRIL 2025 | 10:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China mulai sedikit mereda setelah Beijing dilaporkan menghapus tarif sebesar 125 persen untuk beberapa produk impor dari AS.

Selain itu, China juga meminta perusahaan-perusahaannya untuk menyampaikan daftar barang penting yang sebaiknya dibebaskan dari bea masuk.

Langkah ini muncul setelah ada pernyataan dari pihak AS yang menunjukkan keinginan untuk menurunkan ketegangan. 
Hal ini mengisyaratkan bahwa kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut mulai berupaya mengendalikan konflik yang sebelumnya telah memperlambat arus perdagangan dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya resesi global.

Hal ini mengisyaratkan bahwa kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut mulai berupaya mengendalikan konflik yang sebelumnya telah memperlambat arus perdagangan dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya resesi global.
Kebijakan pengecualian tarif dari pemerintah China ini disambut baik oleh pelaku bisnis, yang berharap bahwa langkah tersebut akan diperluas ke lebih banyak sektor industri. Dampaknya, nilai tukar Dolar AS sedikit menguat dan pasar saham di Hong Kong serta Jepang ikut naik.

“Langkah ini bisa menjadi cara untuk meredakan ketegangan yang saling menguntungkan,” kata Alfredo Montufar-Helu, penasihat senior dari lembaga riset Conference Board, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu 27 April 2025.

Namun ia juga mengingatkan, “Tampaknya baik AS maupun China masih enggan menjadi pihak yang lebih dulu mengambil inisiatif untuk mencapai kesepakatan.”

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam wawancara dengan majalah TIME bahwa pembicaraan soal tarif dengan China masih berlangsung, dan bahwa Presiden China, Xi Jinping, telah meneleponnya. Namun, pihak China membantah versi cerita yang disampaikan AS.

“Dia menelepon saya. Tapi menurut saya, itu bukan tanda kelemahan,” ujar Trump. Ia tidak menjelaskan kapan Xi menelepon atau apa isi pembicaraan mereka.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya