Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Laporan Keuangan Dongkrak Optimis Pasar, Wall Street Berakhir di Garis Hijau

SABTU, 26 APRIL 2025 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja positif dengan tiga indeks utama di Wall Street ditutup menguat. 

Dikutip dari CNBC, berikut pergerakan ketiga indeks utama pada penutupan perdagangan Jumat 25 April 2025 waktu setempat.

- Indeks S&P 500 bertambah 0,74 persen, menjadi 5.525,21
- Indeks Nasdaq menguat 1,26 persen ke posisi 17.382,94

- Indeks Nasdaq menguat 1,26 persen ke posisi 17.382,94
- Indeks Dow Jones naik 0,05 persen atau 20,10 poin ke posisi 40.113,50

Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat, terdorong oleh kinerja positif dari saham-saham teknologi raksasa yang terfokus pada kecerdasan buatan. Sementara itu, indeks Dow Jones mencatatkan kenaikan yang lebih terbatas. Indeks saham perusahaan kecil, Russell 2000, membukukan lonjakan mingguan terbesar sejak November tahun lalu.

Pasar mendapat dorongan sentimen dari langkah China yang memberikan pengecualian terhadap sebagian produk AS dari tarif 125 persen. 

Musim laporan keuangan kuartal pertama telah mencapai puncaknya, dengan 179 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis laporan mereka. Sekitar 73 persen di antaranya membukukan hasil yang melebihi ekspektasi analis, menurut data LSEG.

Proyeksi laba agregat untuk kuartal Januari hingga Maret kini diperkirakan tumbuh sebesar 9,7 persen secara tahunan, naik dari estimasi 8 persen pada awal April.

Saham Alphabet, induk dari Google, melonjak 1,7 persen setelah membukukan pertumbuhan pendapatan dari layanan Google Cloud sebesar 28 persen dan meyakinkan pasar bahwa investasi mereka di bidang AI mulai membuahkan hasil. 

Saham Intel jatuh 6,7 persen usai memberikan proyeksi pendapatan dan laba yang mengecewakan.

Di bursa New York, saham yang naik mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,33 banding 1. Terdapat 54 saham yang mencatatkan level tertinggi baru dan 27 saham yang menyentuh titik terendah.

Volume perdagangan di bursa AS tercatat sebesar 14,30 miliar saham, di bawah rata-rata 20 hari terakhir yang berada di angka 19,13 miliar saham.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya