Berita

Ahmad Doli Kurnia. /RMOL

Politik

Wacana Solo jadi Kota Istimewa, Komisi II DPR Wanti-wanti Picu Masalah Baru

SABTU, 26 APRIL 2025 | 08:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi II DPR RI meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk berhati-hati terkait usulan Kota Solo atau Surakarta sebagai daerah istimewa. 

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia bahkan mempertanyakan maksud dan tujuan usulan kota Solo menjadi daerah istimewa. 

"Jadi menurut saya pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri harus hati-hati. Gak usah mengambil kebijakan yang nanti akan merepotkan sendiri menurut saya," katanya kepada wartawan, Sabtu 26 April 2025. 


Apalagi ia melihat Solo saat ini telah menjadi kota yang maju dari segi ekonomi, pendidikan, dan industri. Solo, katanya, sudah menjadi kota dagang dan industri. Tidak ada lagi yang perlu diistimewakan. Sehingga usulan Solo sebagai daerah istimewa perlu dipertanyakan.  

"Apalagi pertanyaan begini. Apakah jadi masalah? Apa yang mau dikejar? Apakah tanpa daerah istimewa daerah-daerah yang mengusulkan itu tidak maju misalnya?" tanya Ahmad Doli Kurnia 

Atas dasar itu, Doli meminta Kemendagri mempertimbangkan secara matang dan hati-hati sebelum membuat keputusan menjadikan Kota Solo sebagai daerah istimewa. Menurutnya jika tidak ada urgensinya, tidak perlu diputuskan.

Terlebih, pemberian status daerah istimewa bukan perkara sulit karena hanya perlu mengubah undang-undang. Berbeda dengan pemekaran daerah yang memerlukan proses panjang hingga rekomendasi.

"Jadi walaupun mudah tapi hati-hati. Jangan sampai nanti menimbulkan masalah baru," demikian Doli.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II Aria Bima mengungkap ada usulan Kota Solo atau Surakarta dijadikan daerah istimewa. Hal ini menyusul adanya enam daerah yang mengusulkan diri menjadi daerah istimewa. 

Ia mengatakan muncul permintaan agar Solo dimekarkan dari Jawa Tengah dan menjadi Daerah Istimewa seperti Yogyakarta.

"Seperti daerah saya, Solo, minta pemekaran dari Jawa Tengah dan diminta dibikin daerah istimewa Surakarta," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya