Berita

Ilustrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)/Ist

Politik

RI Didorong Perkuat QRIS Tanpa Korbankan Hubungan Dagang dengan AS

SABTU, 26 APRIL 2025 | 00:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara kedaulatan digital dan keterbukaan hubungan dagang internasional, terutama dengan Amerika Serikat (AS). 

Hal ini disampaikan Wasekjen Partai Demokrat, Didik Mukrianto, menanggapi kritik AS yang mengeluhkan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dinilai menghambat akses perusahaan Amerika ke ekosistem pembayaran digital Indonesia. 

“Meskipun kedaulatan digital harus dipertahankan, Indonesia tetap perlu menjaga hubungan dagang yang seimbang dengan AS," kata Didik lewat akun X miliknya, Jumat 25 April 2025.


Menurutnya, pengembangan QRIS dan GPN justru menunjukkan kemajuan nyata dalam ekosistem pembayaran domestik. Di awal 2024, tercatat 45 juta pengguna QRIS dengan lonjakan transaksi mencapai 169 persen di beberapa wilayah. 

Hal ini, menurut Didik, adalah bukti bahwa sistem ini berhasil meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan, terutama untuk pelaku UMKM dan masyarakat pedesaan.

Didik menambahkan, agar sistem ini makin tangguh dan diterima secara internasional, pemerintah perlu terus meningkatkan investasi pada infrastruktur teknologi QRIS dan GPN untuk menjamin kehandalan dan keamanan. 

“Dengan memperkuat ekosistem domestik, Indonesia dapat menghindari jebakan liberalisasi pembayaran yang bisa mematikan fintech lokal," pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya