Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Wasekjen Demokrat:

Indonesia Jangan Goyang dengan Kritik AS soal QRIS

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Amerika Serikat (AS) mengkritik soal sistem pembayaran digital Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dianggap menghambat perdagangan luar negeri, khususnya dalam sektor digital dan elektronik. 

Hal itu ditanggapi Wasekjen Partai Demokrat, Didik Mukrianto. Menurut dia, sistem QRIS dan GPN justru merupakan pilar penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi digital Indonesia. 

“Indonesia harus tetap teguh mempertahankan QRIS dan GPN sebagai pilar kedaulatan digital, sambil terus membuka dialog terbatas dengan AS tanpa harus mengorbankan kepentingan nasional," kata Didik lewat akun X miliknya, Jumat 25 April 2025.


Ia menekankan bahwa QRIS dan GPN tidak bisa dipandang sebagai bentuk proteksionisme, melainkan strategi negara dalam menciptakan efisiensi, inklusi keuangan, serta perlindungan data finansial rakyat Indonesia. 

“QRIS & GPN pilar kedaulatan ekonomi digital Indonesia, dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem pembayaran asing seperti Visa & Mastercard yang mendominasi 90 persen transaksi kartu sebelum GPN diluncurkan," jelasnya.

Menurut data 2023, lebih dari 26 juta merchant di Indonesia telah menggunakan QRIS. Sistem ini tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tapi juga menurunkan biaya transaksi yang sebelumnya membebani pelaku usaha kecil.

"Kritik (AS) tersebut bisa jadi bersifat politis dan temporer, terutama di bawah kebijakan tarif Donald Trump, sehingga Indonesia harus tetap teguh pada agenda nasional," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya