Berita

Tim penasihat hukum terdakwa Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025/RMOL

Hukum

KPK Diminta Buka CCTV Buktikan Kebohongan Wahyu Setiawan

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 13:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk memutarkan rekaman CCTV di ruang merokok di lantai 2 Gedung Merah Putih KPK. 

Hal itu untuk membuktikan kebohongan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan soal obrolan soal ubah keterangan bahwa sumber uang suap dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Tim penasihat hukum terdakwa Hasto, Ronny Talapessy mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025.


Ia mengatakan, pihaknya meminta agar JPU KPK memutarkan rekaman percakapan antara 2 kader PDIP, Saeful Bahri dan Donny Tri Istiqomah di ruang merokok di lantai 2 Gedung Merah Putih KPK pada 8 Januari 2020 lalu. 

Pasalnya, Wahyu mengaku pernah mendengar obrolan Saeful dan Donny untuk mengubah keterangannya mengenai sumber uang suap pengurusan penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP periode 2019-2024 bukan berasal dari Harun Masiku melainkan Sekjen PDIP. 

"Jadi kami juga meminta supaya lebih yakin, alangkah baiknya supaya Jaksa Penuntut Umum menghadirkan CCTV yang ada di KPK, supaya ini kasus ini terang," kata Ronny di sela-sela persidangan.

Menurut dia, keterangan Wahyu tak masuk akal. Sebab, jika ada pengubahan kesaksian maka, semestinya Donny dan Saeful diperiksa lebih dari satu kali. Faktanya atau yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kata Ronny, kedua saksi itu hanya diperiksa satu kali.

"Padahal logikanya saudara Donny dan Saeful baru sekali diperiksa loh pasca penangkapan tanggal 8 di tanggal 9, logikanya kalau perubahan itu di BAP berikutnya dong di pemeriksaan berikutnya dong, sedangkan kalau kita memperhatikan pemeriksaan berikutnya di BAP tanggal 21 Januari, 12 Februari, 11 Februari," jelasnya.

Ronny berharap, dengan ditampilkannya rekaman CCTV tersebut bisa menjadi informasi yang utuh dan menjadi alat bukti pendukung dari keterangan Wahyu.

"Kalau publik melihat bahwa ingin kasus ini supaya mendapatkan informasi yang utuh, tentunya kita harus saling dukung dong ya, kita mendukung penegakkan hukum ini, tapi ayo kita sama-sama dan kita mendukung kalau JPU bisa menghadirkan CCTV tersebut maka lebih baik. Tetapi kalau tidak bisa dihadirkan maka kami melihat bahwa keterangan saksi ini diragukan," tegas dia.

Ronny melihat, pernyataan Wahyu merupakan keterangan yang berdiri sendiri tanpa didukung keterangan saksi lain maupun didukung bukti-bukti.

"Kita tahu bahwa di hukum pidana, satu saksi bukan saksi, satu saksi harus didukung dengan alat bukti yang lainnya," tegasnya lagi.

Pada persidangan sebelumnya pada Kamis, 17 April 2025, Wahyu menjelaskan informasi sumber uang suap didapatkannya saat mendengar obrolan Donny dan Saeful di Gedung KPK usai ditangkap dalam kasus Harun Masiku.

Kala itu, di sela-sela proses pemeriksaan, Wahyu sempat beristirahat sambil merokok di ruang lantai 2 di Gedung Merah Putih KPK. Di sana ada Donny dan Saeful yang sedang mengobrol.

"Pada waktu itu saya diamankan di KPK itu saya merokok, jadi pada waktu itu saya merokok, mereka ngobrol. Intinya dia menyampaikan bahwa tahap pertama itu, Ini kata obrolan mereka (Donny dan Saeful) itu dari Pak Hasto (sumber uang suap). Itu saya dalam posisi diam dan saya tidak tahu itu, tapi saya mendengar obrolan itu," kata Wahyu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya