Berita

Ketua Baleg DPR, Bob Hasan/Net

Politik

Bahas RUU Statistik, Baleg DPR Fokus pada Hal-hal Strategis Ini

KAMIS, 24 APRIL 2025 | 15:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ada sejumlah poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terkait RUU tentang Perubahan UU 16/1997 tentang Statistik.

Ketua Baleg DPR, Bob Hasan, mengatakan, bahwa rapat yang melibatkan PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina, PT PLN, dan Perum Bulog ini digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem statistik nasional.

Bob Hasan menekankan pentingnya kontribusi data dari masing-masing BUMN yang hadir. Menurutnya, data yang dikelola perusahaan-perusahaan ini sangat penting dan nyata.


“PT Pupuk Indonesia mengelola distribusi pupuk di Indonesia, memiliki data yang penting untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan ini penting sekali. Ada banyak hal yang tidak bisa kita jawab atau menjadi sebuah aksioma pada hal ini penuh dengan informasi dan data yang sebenarnya sangat mudah dan terlihat. Jadi bukan hal-hal yang ghaib,” ujar Bob Hasan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis 24 April 2025.

Bob Hasan juga menyoroti peran strategis PT Pertamina dan PT PLN dalam menyuplai data untuk statistik energi nasional.

"PT Pertamina sebagai perusahaan energi nasional Pertamina memiliki data terkait produksi distribusi dan konsumsi bahan bakar minyak yang penting untuk statistik energi dan ekonomi. Pertamina memang sumbernya sangat sulit sekali dan nasional,” kata dia.

Sedangkan PT PLN, sebagai perusahaan yang mengelola listrik nasional memiliki data penting terkait konsumsi energi, distribusi listrik dan infrastruktur energi yang sangat relevan untuk statistik nasional.

Sementara itu, data dari Perum Bulog juga dianggap krusial dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

"Perum Bulog sebagai badan yang mengurusi logistik dan penyimpanan bahan pangan Bulog memiliki data yang krusial terkait dengan stok pangan distribusi dan harga bahan pokok,” kata Bob Hasan.

Menurut Bob Hasan, data mikro dari perusahaan-perusahaan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghasilkan statistik nasional yang akurat dan terintegrasi, yang pada akhirnya dapat mendukung kebijakan publik yang tepat sasaran.

Selanjutnya, perlu koordinasi dan kolaborasi antar lembaga.

Melalui pembahasan RUU Statistik ini, Baleg berharap adanya sinergi lebih erat antara BPS dan BUMN dalam proses pengumpulan dan pengelolaan data.

Selain itu, RDPU ini juga bertujuan menggali masukan mengenai peran BPS dalam mengawasi dan membina penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar tersebut.

"Hal ini penting untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan ini sesuai dengan standar dan metodologi statistik yang berlaku,” kata Bob Hasan.

Terakhir, pemanfaatan teknologi dan big data. Pemanfaatan teknologi informasi dan big data dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat ekosistem statistik nasional.

"Negara hari ini adalah memerlukan big data yang integrasi sistem agar sempurna sehingga dapat menjawab tantangan dalam rangka melaksanakan program pembangunan nasional,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya