Berita

Konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2025 pada Kamis 24 April 2025/Tangkapan layar RMOL

Bisnis

Menkeu: Di Tengah Perang Dagang, Stabilitas Keuangan RI Tetap Terjaga

KAMIS, 24 APRIL 2025 | 11:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah ketidakpastian global, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan stabilitas keuangan Indonesia pada kuartal I/2025 tetap terjaga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ketidakpastian tersebut dipicu dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), yang menimbulkan eskalasi perang dagang.

"Stabilitas sistem keuangan pada kuartal I/2025 tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global," ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2025 secara daring, pada Kamis 24 April 2025.


Bendahara negara itu menjelaskan pada kuartal I/2025, ketidakpastian perekonomian global meningkat dipicu kebijakan tarif impor AS, yang kemudian merambat menjadi perang tarif dengan China.

Menurutnya, perang tarif tersebut diprediksi akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, baik ekonomi AS sendiri, China, maupun secara global.

"Ini memicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global dan ketidakpastian di dalam tata kelola perdagangan dan investasi antar negara," imbuh Menkeu.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menambahkan bahwa kebijakan dan ketidakpastian global ini mendorong perilaku penghindaran risiko dari para pelaku usaha dan pemilik modal.

Selain itu, menyebabkan yield US Treasury menurun dan pelemahan indeks mata uang Dolar AS.  Hal ini, sambungnya, terjadi di tengah tingginya ekspektasi global bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunganya (fed fund rate/FFR).

Sementara itu, pada kuartal II/2025, Sri Mulyani memprediksi bahwa downside risk dari dinamika global masih tinggi. Untuk itu, menurutnya, KSSK perlu mencermati dan mengantisipasi risiko tersebut ke depannya.

Ketua KSSK itu mengatakan pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi dan kebijakan. Hal tersebut bertujuan untuk memitigasi dampak rambatan faktor risiko global, sekaligus memperkuat perekonomian dan sektor keuangan RI.

"Kami menyepakati untuk terus meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat koordinasi dan kebijakan dari lembaga-lembaga KSSK," pungkas Menkeu.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya