Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

RABU, 23 APRIL 2025 | 12:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Indonesia (BI) diprediksi menahan suku bunga acuan. 

BI pada hari ini, Rabu 23 April 2025, akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), termasuk keputusan terkait suku bunga acuan BI Rate pada pukul 14.00 WIB.  

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengatakan, BI memang sebaiknya mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) 5,75 persen pada April 2025.


Saat ini, situasi dan kondisi ekonomi dan geopolitik global sedang tidak baik-baik saja. 

"Meskipun tingkat inflasi masih terjaga, perekonomian Indonesia masih menghadapi tantangan terkait nilai tukar Rupiah," katanya  di Jakarta, Rabu 23 April 2025.

Tekanan terhadap Rupiah juga diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang seiring berlanjutnya ketidakpastian global yang dipicu tensi perang dagang.

Riefky menuturkan bahwa agresifnya eskalasi tit-for-tat, atau strategi saling membalas, antara Amerika Serikat dan China dalam penentuan tarif impor antara kedua negara, semakin memperburuk ketidakpastian global.

Akibat perekonomian global yang tidak stabil tersebut, dalam 30 hari terakhir akumulasi arus modal keluar dari Indonesia mencapai 1,99 miliar Dolar AS atau sekitar Rp33,55 triliun dengan asumsi kurs 1 Dolar = Rp16.861 pada Rabu pagi, dan nilai tukar Rupiah terdepresiasi hingga 2,59 persen.

Inflasi juga diprediksi akan meningkat secara perlahan seiring dengan berakhirnya diskon tarif angkutan udara untuk periode libur Idul Fitri.  Peningkatan permintaan agregat dan mobilitas masyarakat menyusul berbagai hari raya keagamaan dan periode cuti bersama di bulan-bulan mendatang turut berpotensi memberikan tekanan inflasi.

Mempertimbangkan berbagai hal tersebut, Riefky menyatakan bahwa BI kemungkinan tidak memiliki ruang untuk melakukan kebijakan pemangkasan suku bunga, yang berisiko memberikan tekanan tambahan terhadap Rupiah.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya