Berita

Ilustrasi/ist

Bisnis

Pasar Overbought, Emas Spot Anjlok Lebih dari 1 Persen

RABU, 23 APRIL 2025 | 10:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas turun lebih dari 1 persen setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di 3.500 Dolar Amerika Serikat (AS). 

Dikutip dari Reuters, emas spot merosot 1,5 persen menjadi 3.372,68 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Selasa 22 April 2025 atau Rabu pagi WIB. 

Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup melemah 0,2 persen menjadi 3.419,40 Dolar AS per ons.


Indeks kekuatan relatif (RSI) emas saat ini berada di posisi 74, yang menunjukkan bahwa harga emas sedang dalam kondisi overbought, artinya harga mungkin sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami penurunan. RSI adalah indikator teknis yang digunakan untuk mengukur momentum dan kekuatan perubahan harga

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan ia yakin akan ada de-eskalasi dalam ketegangan perdagangan AS-China, meski dia menggambarkan negosiasi mendatang dengan Beijing sebagai "kerja keras" yang belum dimulai.

Analis mengatakan, komentar tersebut memicu optimisme dalam ekuitas dan memperkuat Dolar yang akhirnya berdampak pada turunnya emas. 

"Komentar (Menteri Keuangan AS) sore ini yang mengisyaratkan kemungkinan mencairnya perang dagang dengan China, sebenarnya adalah saat (emas) mulai dijual," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Saham Wall Street melesat lebih dari 2 persen dan kurs Dolar AS naik 0,7 persen.

"Reli di pasar saham dan Indeks DXY hari ini (Selasa) berdampak negatif bagi pasar emas," kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Trader juga akan mencermati pidato sejumlah pejabat Federal Reserve, pekan ini, berharap mendapatkan wawasan tentang kebijakan moneter masa depan di tengah kekhawatiran tentang independensi bank sentral.

Logam lainnya bervariasi. Perak spot turun 0,7 persen menjadi 32,47 Dolar AS per ons. Platinum melemah 0,8 persen menjadi 953,64 Dolar AS. Paladium menguat 0,6 persen menjadi 932,75 Dolar AS.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya