Berita

Ilustrasi/Net

Olahraga

Terdampak Putusan IOC, Induk Federasi Tinju Indonesia Dicoret dari Keanggotaan KOI

RABU, 23 APRIL 2025 | 03:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) resmi dicoret dari keanggotaan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

PP Pertina terpaksa dikeluarkan dari daftar anggota KOI karena keputusan mutlak dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Di mana IOC meminta semua NOC yang ada di dunia harus melepaskan afiliasinya dengan cabang olahraga tinju yang berafiliasi dengan International Boxing Association (IBA).

IOC diketahui telah mencabut pengakuan terhadap IBA sebagai anggota IOC sejak Juni 2023. Keputusan ini mengakibatkan IBA kehilangan statusnya sebagai pengatur olahraga tinju.


"Kami juga menyampaikan dengan berat hati bahwa Pertina telah dikeluarkan dari anggota Komite Olimpiade Indonesia berdasarkan keputusan mutlak dari International Olympic Committee yang disampaikan baik secara tertulis maupun secara langsung," ujar Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, di sela-sela pembukaan Rapat Anggota Tahunan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa 22 April 2025).

Dengan dicabutnya status keanggotaan Pertina dari KOI, maka hal-hal yang berkaitan dengan pengiriman cabor tinju, terutama di level internasional sementara akan diambil alih Komite Olimpiade Indonesia. Sedangkan, IOC berafiliasi dengan organisasi tinju baru yang namanya World Boxing.

Namun demikian, Okto masih optimis bahwa tinju masih bisa ikut serta di Olimpiade Los Angeles 2028.

"Kami masih memiliki harapan besar bahwa tinju akan tetap dipertandingkan di Olimpiade LA 2028 nanti. Dan semua hal yang berkaitan dengan tinju untuk sementara ini melewati Komite Olimpiade Indonesia, sehingga untuk pemilihan dan keberangkatan tinju kami akan berkoordinasi dengan stakeholder utama kami yaitu Kemenpora dan tentunya insan tinju Indonesia," paparnya.

"Dan kita masih akan menghadapi beberapa pertandingan di depan karena ada SEA Games, Youth Olympics, Asian Games, masih ada Asian Games Nagoya. Kami akan duduk dengan para stakeholder untuk mencari solusi agar para peninju kita tetap akan bisa bertanding di ajang-ajang Olimpiade," tandas Okto.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya