Berita

Pertemuan Meja Bundar Kolaborasi Industri Halal Malaysia-Indonesia di Jakarta pada Selasa, 22 April 2025/Ist

Dunia

Pertemuan Meja Bundar di Jakarta, Wakil PM Malaysia Dorong Industri Halal Mendunia

SELASA, 22 APRIL 2025 | 22:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pertemuan Meja Bundar Kolaborasi Industri Halal Malaysia-Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, 22 April 2025, menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi regional antara dua kekuatan utama ekonomi halal di Asia Tenggara.

Dipimpin langsung oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi, forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari kedua negara, termasuk lembaga pemerintah, pelaku industri, dan organisasi perdagangan. 

Dalam sambutannya, Dr. Zahid menyatakan bahwa diselenggarakan oleh Halal Development Corporation Berhad (HDC), lembaga di bawah Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia, sebagai bagian dari upaya mendorong kolaborasi lintas negara dan mengukuhkan posisi Malaysia sebagai pemimpin dalam industri halal global.


“Saya merasa senang dapat memimpin Pertemuan Meja Bundar Kolaborasi Industri Halal Malaysia-Indonesia di Jakarta hari ini, sebuah platform penting yang mencerminkan komitmen bersama kita untuk membina kerja sama regional dan mendorong pertumbuhan inklusif dalam ekonomi halal global," ujarnya. 

Pertemuan ini membahas strategi konkret untuk memperkuat perdagangan bilateral, meningkatkan investasi, serta memperdalam integrasi rantai pasokan halal antara Malaysia dan Indonesia. 

Fokus juga diberikan pada tantangan regulasi, peluang pengembangan usaha patungan, serta penguatan peran UKM dalam rantai nilai global.

Dengan inisiatif seperti Halal Industry Master Plan Malaysia 2030 (HIMP 2030) dan peta jalan ekonomi halal Indonesia, Malaysia dan Indonesia diyakini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat industri halal dunia.
“Pertemuan ini menjadi fondasi kolaboratif untuk masa depan. Dengan menyatukan kekuatan dan menyelaraskan kebijakan, kita mampu membangun ekosistem halal yang tangguh dan kompetitif di kancah global,” jelas Zahid.
Kolaborasi halal antara Malaysia dan Indonesia telah berlangsung lama, dan diperkuat melalui perjanjian pengakuan bersama sertifikasi halal antara JAKIM dan BPJPH yang ditandatangani pada Juni 2023. 

Perjanjian ini membuka jalan bagi arus perdagangan lintas batas yang lebih lancar dengan menghilangkan hambatan birokrasi dalam sertifikasi produk halal.

Keberhasilan kolaborasi ini tercermin dalam partisipasi Malaysia dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2024, di mana 15 UKM Malaysia berhasil mencatat potensi penjualan sebesar 62,57 juta Ringgit Malaysia.

Tiga di antaranya telah merealisasikan transaksi senilai lebih dari 575 ribu Ringgit Malaysia di pasar Indonesia hingga akhir 2024. 

Statistik menunjukkan bahwa antara 2021 dan 2023, ekspor produk halal bersertifikat Malaysia ke Indonesia mencapai 7,77 miliar Ringgit Malaysia. 

Pada 2023, ekspor tersebut didominasi oleh sektor Makanan & Minuman (63,8 persen), Bahan Halal (27 persen), serta Kosmetik & Perawatan Pribadi (6,6 persen).

Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai entitas penting seperti JAKIM, MATRADE, BPJPH, KNEKS, KADIN, dan pelaku industri seperti PT Makmur Berkad Amanda TBK, PT. Toya Konsep Alam, dan Duopharma Biotech Berhad. 

Bersama, mereka membahas langkah strategis untuk memperkuat ekosistem halal ASEAN dan menyongsong peluang pasar halal global yang diperkirakan mencapai 5 triliun dolar AS pada 2030.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya