Berita

Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita dan Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjártó/Net

Dunia

Hongaria Tegas Dukung Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

SELASA, 22 APRIL 2025 | 11:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan usai pertemuan bilateral di Budapest, Hongaria kembali menegaskan dukungannya terhadap rencana otonomi yang diajukan Maroko pada tahun 2007 untuk menyelesaikan konflik Sahara.

Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjártó, menyatakan bahwa rencana tersebut harus menjadi dasar solusi dalam kerangka kerja PBB.

Pernyataan itu disampaikan Szijjártó setelah pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Hongaria.


"Rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko pada tahun 2007, dengan mempertimbangkan bahwa rencana itu harus menjadi dasar solusi masalah Sahara Maroko dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Szijjártó dalam konferensi pers seperti dimuat dalam keterangan yang diterima redaksi pada Selasa, 22 April 2025.

Ia juga menekankan bahwa Hongaria menghargai posisi yang diambil oleh Amerika Serikat dan Prancis, yang telah secara konsisten menyatakan dukungan terhadap inisiatif Maroko.

Dalam langkah nyata yang mendukung posisi tersebut, Szijjártó mengumumkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Duta Besar Hongaria untuk Maroko untuk mengunjungi wilayah Sahara.

Tindakan ini, menurutnya, mengikuti langkah para duta besar dari negara-negara besar lainnya yang telah mengunjungi kawasan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kedaulatan Maroko.

Lebih lanjut, Szijjártó juga mengungkapkan bahwa layanan konsuler Kedutaan Besar Hongaria di Maroko akan diperluas untuk mencakup seluruh wilayah Kerajaan, termasuk Sahara, sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral dan pelayanan terhadap warga Maroko.

Dukungan Hongaria ini menjadi bagian dari dorongan internasional yang semakin kuat terhadap penyelesaian damai konflik Sahara, sebagaimana ditegaskan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2756, yang mendesak komunitas internasional untuk membangun solusi berdasarkan inisiatif Maroko.

Dengan pernyataan dan langkah konkret ini, Hongaria menegaskan posisinya sebagai salah satu mitra Eropa yang mendukung stabilitas dan solusi damai di kawasan Afrika Utara.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya