Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni/RMOL

Politik

DPR Panggil OCI Buntut Eksploitasi Pemain Sirkus Taman Safari Viral

SENIN, 21 APRIL 2025 | 16:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi III DPR melaksanakan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan pihak Oriental Circus Indonesia (OCI), bersama dengan pengacara serta para korban sirkus, buntut viralnya kasus dugaan eksploitasi pemain sirkus Taman Safari.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menuturkan bahwa pertemuan tersebut diperlukan lantaran untuk menyikapi kasus yang sudah 28 tahun tersebut, dari pihak korban maupun terduga pengeksploitasi anak dari OCI.

Setelah mendengarkan korban dan pihak OCI, ia menyimpulkan bahwa dari pihak korban ingin ada tanggung jawab dari pihak pengelola sirkus manusia. Namun, tanggung jawab itu, sudah dilaksanakan oleh pihak pengelola.


“Nah, tapi kan si pengelola sendiri merasa dirugikan karena pemberitaannya tidak sepenuhnya benar. Misalnya tadi ada contoh, ada namanya Hilda katanya kalau nggak salah yang jatuh yang katanya nggak diberikan perawatan. Ternyata kan dijawab, diberikan perawatan sampai diterbangin dan nilainya sampai 36juta,” kata Sahroni di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Senin, 21 April 2025.

Sahroni menuturkan untuk pengusutan kasus tersebut, sulit untuk dilanjutkan lantaran sudah puluhan tahun tidak ditangani.

“Nah, ini kan kasus perkara sudah 35 tahun. Kalau ngomong dalam aturan perdagangan hukum, ini udah kadaluarsa. Nggak bisa ini barang,” jelasnya

Di sisi lain, Sahroni melihat kasus tersebut ada tuntutan keadilan dari korban yang harus diselesaikan oleh pihak pengelola sirkus manusia tersebut.

“Cuman karena kan si pelapor mengharapkan ada keadilan. Yang di mana, tolong dong lu perhatiin gue dalam keadaan seperti dulu tuh gue di eksploitasi,”ucapnya.

“Nah, tapi kalau ngomong eksploitasi, kan kalau di sirkus itu, itu kan pelatihan yang sama persis dengan kayak seolah-olah ditarget. Oh, lu harus begini, aku begini, gitu. Nah, itu dianggap menjadi hal seolah-olah pelanggaran HAM. Tapi kan kalau ngomong sirkus, ya itulah sirkus pelatihannya memang begini ya,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Komisi III DPR ingin mendengar secara langsung dari pihak korban dan pengelola agar dapat mengetahui apa keinginan kedua belah pihak dari pertemuan tadi.

“Nah, makanya tadi kenapa saya ngotot untuk para pihak, baik pengelola dan para pemain mantan sirkus itu duduk sama-sama untuk mencari titik tengah apa yang diharapkan oleh si para pemain sirkus dan si pengelola,” ujarnya.

“Dan akhirnya, saya minta waktu, kasih waktu ke mereka tujuh hari. Kalau tujuh hari tidak diselesaikan, maka silakan melalui proses penegakan hukum yang nanti akan kita awasi. Begitu,” demikian Ahmad Sahroni.

Taman Safari Indonesia saat ini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan eksploitasi terhadap mantan pemain sirkus OCI.

Sejak 2023, publik mulai digugah oleh kesaksian dari sejumlah mantan pemain dan kru sirkus OCI yang mengungkap perlakuan tidak manusiawi kepada mereka.

Cerita-cerita ini mencakup dugaan eksploitasi kerja, penyiksaan fisik, hingga tekanan mental yang dialami selama bertahun-tahun.

Sorotan memuncak pada awal 2025, setelah laporan investigasi mengungkap pengakuan korban yang menyatakan mereka telah dieksploitasi sejak masih anak-anak dipaksa tampil berulang kali, kehilangan hak atas pendidikan, dan hidup dalam sistem kontrol ketat.

Nama Taman Safari Indonesia pun ikut menjadi sorotan karena pernah menjalin kerja sama erat dengan OCI.

Meski demikian, pihak TSI menegaskan bahwa kolaborasi tersebut sudah lama berakhir dan mereka tidak ingin dikaitkan dengan permasalahan internal OCI.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya