Berita

Ilustrasi/Ist

Publika

Semangat Pancasila: Mengkritik Tanpa Membenci

Oleh: Galuh Tri Adika*
SENIN, 21 APRIL 2025 | 15:47 WIB

PANCASILA adalah ideologi bangsa yang bukan hanya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi fondasi dalam setiap kebijakan pembangunan nasional. Sebagaimana dikemukakan oleh Kaelan (2013) dalam Pendidikan Pancasila, Pancasila berfungsi sebagai dasar filsafat negara, sumber nilai, serta kepribadian bangsa Indonesia. Dengan demikian, setiap upaya pembangunan dan pengelolaan kehidupan bernegara harus berlandaskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah Indonesia telah mencanangkan berbagai program strategis, antara lain percepatan hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, transformasi digital, serta pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, menjadikannya salah satu negara dengan performa ekonomi terbaik di kawasan ASEAN. Capaian ini tentu tidak terlepas dari kebijakan pembangunan yang terarah dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Namun, dalam iklim demokrasi yang sehat, dukungan terhadap program pemerintah tidak berarti menghilangkan ruang untuk kritik. Kritik tetap menjadi bagian penting dalam memperbaiki kebijakan publik. Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana semangat Pancasila harus menjadi landasan dalam menyampaikan kritik tersebut. Kritik yang dilandasi semangat persatuan dan keadilan akan berfungsi sebagai koreksi membangun, bukan sebagai alat untuk memecah belah bangsa.


Sebagaimana ditegaskan oleh Bung Karno, "Pancasila adalah alat pemersatu yang hidup, berkembang, dan menjadi kekuatan dinamis untuk membangun bangsa". Oleh karena itu, setiap kritik hendaknya diarahkan untuk memperbaiki sistem, bukan menjatuhkan bangsa sendiri. Kritik yang membangun harus mengedepankan solusi, bersifat objektif, dan menghargai perbedaan pandangan sebagai bagian dari kekayaan demokrasi.

Pemerintah saat ini terus mendorong semangat kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam pembangunan nasional. Program-program seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan melalui digitalisasi, serta inisiatif transisi energi baru dan terbarukan, membutuhkan dukungan publik yang kuat untuk dapat berhasil secara optimal. Tanpa partisipasi masyarakat, pembangunan akan kehilangan makna sejatinya sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia membutuhkan ketahanan sosial yang kuat, terlebih di era disrupsi global saat ini. Pancasila menjadi tali pengikat yang menegaskan bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk maju bersama. Oleh karena itu, mari kita membangun tanpa merusak persatuan, mengkritik tanpa membenci, dan terus menghidupkan semangat Pancasila dalam setiap langkah pembangunan bangsa.
 
Di tengah derasnya arus informasi global, masyarakat Indonesia juga dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga integritas bangsa. Hoax, ujaran kebencian, dan polarisasi politik menjadi ancaman serius bagi persatuan nasional. Dalam laporan We Are Social tahun 2024, disebutkan bahwa penetrasi internet di Indonesia mencapai 77 persen, namun penggunaan media sosial yang tidak sehat turut meningkatkan potensi perpecahan. Oleh sebab itu, semangat Pancasila harus diterjemahkan dalam perilaku bermedia yang cerdas, bertanggung jawab, dan beretika.

Dalam mendukung pembangunan nasional, masyarakat memiliki peran strategis. Tidak hanya melalui partisipasi aktif dalam program-program pembangunan, tetapi juga dalam menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Menjaga keutuhan NKRI berarti mengedepankan dialog daripada konflik, musyawarah daripada konfrontasi, sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam sila keempat Pancasila.

Mendukung pemerintah dalam konteks pembangunan bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan, melainkan ikut mengawal agar pembangunan tetap berpihak pada rakyat. Implementasi semangat Pancasila mensyaratkan bahwa kritik dan apresiasi harus berjalan beriringan, saling menguatkan demi kemajuan bangsa. Sebagaimana tercermin dalam sila kelima, "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," maka pembangunan yang kita dukung adalah pembangunan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

Pada akhirnya, semangat membangun bangsa tanpa merobek persatuan, mengkritik tanpa membenci, adalah wujud nyata pengamalan Pancasila. Kita bukan hanya mewarisi Indonesia, tetapi juga bertanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan bermartabat di mata dunia.

*Penulis adalah Pemerhati sosial dan politik

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya