Berita

Ilustrasi/Foto: PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)

Bisnis

Terseret Kejatuhan Minyak Kedelai, Harga CPO Berjangka Turun Tajam

SENIN, 21 APRIL 2025 | 13:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak kelapa sawit (CPO) berjangka Malaysia jatuh pada perdagangan Senin 21 April 2025. 

Kejatuhan ini dipicu oleh melemahnya minyak kedelai dan minyak mentah serta penguatan Ringgit yang menekan pasar.

Dikutip dari Reuters, harga patokan minyak kelapa sawit (CPO) untuk kontrak pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menyusut 46 Ringgit, atau 1,16 persen, menjadi 3.929 Ringgit atau sekitar 895,80 Dolar AS per metrik ton pada jeda tengah hari, atau Senin siang.


Trader Iceberg X Sdn Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur, David Ng, mengatakan bahwa turunnya harga ini mencerminkan sentimen global negatif yang berasal dari kebijakan tarif Amerika Serikat. 

"Penguatan Ringgit juga dilihat sebagai faktor yang membebani harga," tambahnya.

Kontrak minyak kedelai Dalian yang paling aktif turun 0,41 persen, sementara kontrak minyak kelapa sawitnya merosot 1,4 persen.

Sementara, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade menyusut 0,12 persen.

Minyak kelapa sawit mengikuti pergerakan harga minyak pesaingnya karena berkompetisi untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.

Survei kargo Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak kelapa sawit Malaysia melambung 11,9 persen selama periode 1-20 April, sementara proyeksi AmSpec Agri Malaysia akan dirilis hari ini.

Pelemahan harga minyak mentah berjangka membuat CPO menjadi pilihan yang kurang menarik untuk bahan baku biodiesel.
Ringgit, mata uang perdagangan kelapa sawit, menguat 0,54 persen terhadap Dolar AS, membuat komoditas tersebut lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya