Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemimpin Adat Brasil Tolak Pengeboran Minyak di Amazon

SENIN, 21 APRIL 2025 | 10:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin adat Raoni Metuktire, dari suku Kayapo Brasil menyatakan keberatan dengan rencana pengeboran minyak di lepas pantai negara bagian Amapa Amazon di cekungan Foz do Amazonas oleh perusahan minyak negara, Petrobras.

Berbicara pada pertemuan Acampamento Terra Livre, Raoni mengatakan Brasil seharusnya tidak mengeksplorasi cadangan minyak di wilayah Amazon, karena dampak berbahaya terhadap masyarakat lokal.

"Saya menentang proyek minyak ini," kata Raoni, beberapa hari setelah ia bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, seperti dikutip dari Reuters, Senin 21 April 2025.


"Saya secara pribadi mengatakan kepada Presiden Lula bahwa saya menentangnya, saya tidak menerima minyak ini di Amazon," ujarnya.

Meskipun Lula telah berupaya untuk diakui sebagai pejuang hutan tropis dunia dan masyarakat adat Brasil, ia juga mengatakan bahwa negara tersebut seharusnya dapat melakukan pengeboran di cekungan Foz do Amazonas yang sensitif terhadap lingkungan. 

Raoni, yang telah menjadi juru kampanye lingkungan yang diakui secara internasional selama beberapa dekade, adalah salah satu dari sedikit orang yang diundang oleh Lula untuk mendukungnya ketika ia dilantik untuk masa jabatan ketiganya sebagai presiden pada bulan Januari 2023.

Pada bulan Mei 2023, Ibama menolak permintaan Petrobras untuk mendapatkan izin pengeboran lepas pantai untuk Foz do Amazonas, dengan alasan masalah lingkungan. 

Perusahaan minyak tersebut kemudian juga menyoroti kekhawatiran atas dampak pengeboran terhadap masyarakat adat Amapa. Perusahaan minyak tersebut mengajukan banding, tetapi keputusan akhir Ibama masih menunggu keputusan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya