Berita

Markas Xiaomi i Distrik Haidian, Beijing, Tiongkok/Wikipedia

Bisnis

Kuartal Pertama 2025, Apple Keok Dihajar Xiaomi di Pasar China

SABTU, 19 APRIL 2025 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar China di kuartal pertama 2025 menjadi tantangan bagi Apple. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mendominasi pasar smartphone di China itu, mengalami penurunan pengiriman dan pangsa pasar hingga  9 persen.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 19 April 2025, Apple yang kini berada di peringkat kelima pasar ponsel pintar China hanya mengirimkan 9,8 juta unit. 

Apple menghadapi tantangan dari pesaing lokal yang semakin kuat, terutama dalam segmen premium. 


Xiaomi, sebagai salah satu pemain lokal, berhasil meningkatkan pangsa pasar dan bahkan meraih posisi teratas di beberapa segmen dengan menunjukkan performa yang kuat. Pengiriman ponselnya naik hingga 40 persen, mencapai 13,3 juta unit. Secara keseluruhan, pengiriman ponsel di industri hanya naik 3,3 persen.

Menurut analis IDC, Will Wong, harga produk Apple yang tergolong premium membuat perusahaan ini tidak bisa memanfaatkan subsidi pemerintah China yang baru diberlakukan pada Januari. Subsidi ini mendorong pertumbuhan penjualan pada kuartal pertama.

Pemerintah China memberikan subsidi berupa pengembalian dana sebesar 15 persen untuk produk elektronik konsumen, termasuk ponsel, dengan harga di bawah 6.000 Yuan (sekitar 820 Dolar AS).

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya