Berita

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu saat melakukan kunjungan kerja ke Sulteng pada Kamis 17 April 2025/Ist

Politik

Genjot Investasi Sulteng Rp162 Triliun, Wamen Todotua Tinjau Langsung KEK Palu

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 20:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggenjot realisasi investasi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebesar Rp162,57 triliun pada 2025.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan target realisasi tersebut ditingkatkan, karena sebelumnya provinsi tersebut berhasil menarik investasi sebesar Rp139,88 triliun atau melampaui target hingga 128,27 persen.

“Provinsi Sulawesi Tengah telah menunjukkan kinerja luar biasa dengan realisasi investasi sebesar Rp139,88 triliun pada tahun 2024, melampaui target 128,27 persen dan menempati peringkat kedua nasional dalam Penanaman Modal Asing (PMA),” kata Todotua usai melakukan kunjungan kerja ke Sulteng pada Kamis 17 April 2025.


Todotua merinci, kontribusi investasi terbesar berasal dari sektor logam dasar, kimia, farmasi, pertambangan, dan kawasan industri, dengan Kabupaten Morowali menjadi pusat pengembangan industri hilirisasi nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Adapun dalam kunjungan tersebut, Todotua melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk membahas pengembangan potensi investasi daerah. 

Selanjutnya, Todotua memimpin rapat konsolidasi target realisasi investasi tahun 2025 bersama para kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu se-Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, dia menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dengan kebutuhan realisasi investasi mencapai Rp13.032,8 triliun hingga tahun 2029. 

Sebesar 86,65 persen dari total tersebut diharapkan berasal dari investasi swasta, sehingga keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi krusial.

Selain agenda rapat, Todotua juga meninjau langsung sejumlah perusahaan di KEK Palu yang bergerak di sektor hilirisasi. 

Di antaranya PT Asbuton Jaya Abadi (investasi Rp55,7 miliar) yang bergerak di perdagangan bahan bakar, PT Hong Thai Internasional (Rp26,15 miliar) di bidang pengolahan getah pinus, serta PT Wanhong Nonferrous Recycling Utilization (Rp296,2 miliar) yang menjalankan usaha smelter tembaga.

“Investasi bukan hanya soal angka, tetapi tentang dampak nyata bagi masyarakat—mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pemerataan kesejahteraan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Jumat 18 April 2025.

Todotua berharap kunjungan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan iklim investasi yang kondusif. 

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai model sinergi investasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya