Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kinerja Telkomsel Menurun Tiga Tahun Berturut-turut

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 15:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kinerja operator seluler terbesar di Indonesia, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengalami penurunan kinerja yang signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Penurunan ini tercermin dari menurunnya pendapatan, menipisnya margin keuntungan, serta berkurangnya jumlah pelanggan aktif.

Data yang dirilis oleh Telkom Indonesia (induk usaha Telkomsel) yang diperoleh redaksi, Jumat 18 April 2025 menunjukkan pendapatan Telkomsel terus mengalami penurunan sejak tahun 2022.


Pada tahun tersebut pendapatan Telkomsel tercatat sebesar Rp 10.7 triliun, namun angkanya malah melorot hingga Rp 8.4 triliun pada 2024.

Selain itu, daya saing Telkomsel dengan operator seluler lainnya juga kalah. Pangsa pasar Telkomsel mulai tergerus oleh kompetitor seperti Indosat Ooredoo Hutchison dan XL Axiata, yang lebih agresif dalam menawarkan paket data murah dan kolaborasi layanan digital.

Kondisi ini, dimungkinkan karena kurangnya
inovasi dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Mengingat masyarakat Indonesia semakin bergeser ke layanan data, namun strategi monetisasi data Telkomsel belum optimal.

Bisa juga, penurunan kinerja diakibatkan oleh beban biaya operasional khususnya untuk ekspansi jaringan 4G dan uji coba 5G, yang belum memberikan hasil sebanding dengan investasi yang dikeluarkan.

Dan diversifikasi bisnis digital yang diupayakan Telkomsel belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Hal ini seharusnya mendapat perhatian serius, karena penurunan kinerja Telkomsel dalam 3 tahun terakhir bisa berdampak pada hilangnya pendapatan dan menurunnya posisi kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia.

Sejak 2021-2024 Telkomsel kehilangan pangsa pasar (market share) sebesar 7,3 persen (dari 56,2 persen pada 2021 menjadi 48,9 persen pada 2023.

Mobile revenue share Telkomsel juga terus menurun. Tahun 2021 89,04 Tn (56,2 persen) 2023 86,38 Tn (48,9 persen), dan penurunan berlanjut dengan turunya titik persentase (pp) yang signifikan.

Penurunan ini menunjukkan tekanan kompetitif dari operator lain yang berhasil meningkatkan pangsa pasarnya, sementara Telkomsel kesulitan mempertahankan dominasi.

Belum lagi Average Revenue Per User (ARPU) yang stagnan di kisaran 44K-48K (2020-2024), tanpa pertumbuhan berarti, dan di akhir 2024 ARPU kembali turun ke 44K, sama seperti tahun
2020.

Sementara itu operator lain menunjukkan peningkatan ARPU, seperti kenaikan +4,9 persen pada salah satu kompetitor.

Penurunan pendapatan juga terjadi pada Bisnis Legacy dan Broadband dari 10,407 triliun (2021) turun menjadi 8,447 triliun di tahun 2024.

Keunggulan Telkomsel di Broadband selama tiga tahun terakhir mengalami Pertumbuhan negatif (-11,7 persen).

Telkomsel menghadapi tantangan multidimensi, mulai dari kehilangan pangsa pasar, stagnasi ARPU, hingga kenaikan biaya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya