Berita

Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita/Net

Dunia

Estonia Tegaskan Dukungan terhadap Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 21:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Estonia secara tegas menyatakan kembali dukungannya terhadap rencana otonomi yang diajukan Maroko untuk wilayah Sahara. 

Sikap itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Estonia pada Rabu, 16 April 2025. 

Dalam pernyataannya, Estonia menyebut proposal Maroko tahun 2007 itu sebagai dasar yang baik, serius, dan kredibel untuk solusi yang disepakati antara semua pihak.


“Estonia mendorong pemerintah lain untuk bergabung dalam posisi ini,” tegas Tsahkna, menggarisbawahi komitmen negaranya terhadap penyelesaian damai dan solusi yang berlandaskan konsensus internasional.

Kunjungan Menlu Maroko ke Estonia berlangsung di tengah meningkatnya dukungan internasional terhadap kedaulatan Maroko atas Sahara, sebagaimana dipromosikan oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI, termasuk melalui Rencana Otonomi sebagai inisiatif yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama.

Posisi Estonia sejalan dengan semangat Resolusi 2756 Dewan Keamanan PBB,  yang mengakui adanya momentum positif dalam proses politik mengenai Sahara Maroko, serta menyerukan semua pihak untuk melanjutkan upaya membangun kemajuan tersebut.

Rencana otonomi Maroko, yang diajukan ke PBB pada April 2007, telah secara luas dianggap sebagai alternatif yang realistis dan bisa diterima dalam penyelesaian konflik, dengan semakin banyak negara yang menyuarakan dukungan terhadap pendekatan ini.

Dengan pernyataan Estonia ini, dukungan terhadap solusi berbasis otonomi kembali mendapat penguatan di kancah Eropa, mempertegas pentingnya kerja sama internasional dalam mendukung stabilitas dan integritas wilayah di kawasan Afrika Utara.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya