Berita

Kolase aset Pemprov Kalimantan Barat berupa asrama untuk mahasiswa di Surabaya dalam keadaan rusak parah/RMOL

Nusantara

Aset Asrama Pemprov Kalbar di Surabaya Nyaris Roboh, KPMKB: Negara Harus Hadir

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 18:55 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat (KPMKB) mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memelihara dan merawat Asrama Mahasiswa Kalbar di Surabaya, Jawa Timur.

Pasalnya, saat ini bangunan asrama yang telah kosong selama hampir delapan tahun itu mengalami kerusakan berat, tidak difungsikan, dan menimbulkan keresahan bagi lingkungan sekitar.

Plafon bangunan rusak, pintu-pintu hilang, bahkan tanaman menjalar masuk ke rumah. Sebagian dinding juga sudah ada yang roboh karena tak terawat.


Presiden KPMKB Nasional, Muhammad Syaefiddin Suryanto menyampaikan, sejak pernyataan resmi mereka pada Desember 2024 yang sempat memicu respons dari sejumlah instansi, sampai saat ini belum ada satupun tindakan konkret yang dilakukan Pemprov Kalbar.

“Kami telah melalui seluruh tahapan formal—bersurat, mengajukan audiensi, dan melakukan komunikasi aktif dengan Badan Penghubung, Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), dan jajaran pemerintah provinsi. Namun seluruhnya hanya berujung pada pernyataan normatif tanpa realisasi kebijakan,” jelas Syaefiddin dalam keterangan resminya, Kamis, 17 April 2025.

Lanjut Syaefiddin, dari aspek tata kelola aset, KPMKB menyoroti ketidakterpaduan antara institusi yang terlibat.

Badan Penghubung mengklaim telah menyerahkan pengelolaan kepada BPAD. Sementara BPAD menyatakan masih dalam tahap pengajuan renovasi.

Bahkan, Syaefiddin menilai Pj Sekretaris Daerah juga pernah menyampaikan komitmen tindak lanjut. 

Sayang, hingga kini belum ada tindak administratif maupun implementatif yang bisa diverifikasi.

Ditambahkan Syaefiddin, kondisi ini diperparah dengan kenyataan bahwa banyak mahasiswa Kalbar di Surabaya hidup dalam keterbatasan, bahkan tanpa tempat tinggal yang layak, hingga terpaksa tidur di ruang publik.

“Negara seharusnya hadir lewat keberpihakan pada pendidikan dan sumber daya manusia. Asrama bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam pemenuhan hak dasar warganya,” tegas Syaefiddin.

Untuk itu, KPMKB mendesak agar Pemprov Kalbar segera melakukan verifikasi lapangan, menetapkan skema renovasi, dan membuka transparansi pengelolaan aset secara sistemik.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya