Berita

Mark Zuckerberg/ Net

Bisnis

Bantah Monopoli, Ini Alasan Meta Beli WhatsApp dan Instagram Menurut Zuckerberg

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 11:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

CEO Meta, Mark Zuckerberg, membantah tuduhan bahwa perusahaannya membeli Instagram dan WhatsApp demi menyingkirkan pesaing. Hal ini disampaikan dalam kesaksiannya di pengadilan dalam kasus antimonopoli yang sedang berlangsung di AS.

Zuckerberg menolak tudingan pemerintah AS yang menyatakan Facebook (sekarang Meta) membeli dua aplikasi tersebut karena merasa terancam oleh pertumbuhannya.

Saat ditanya oleh pengacara Meta, Mark Hansen, apakah tujuannya membeli Instagram dan WhatsApp adalah untuk menghilangkan pesaing, Zuckerberg menjawab tegas: "Tidak."


Ia menjelaskan, Instagram dibeli pada 2012 karena fitur kamera dan berbagi fotonya yang menarik, tapi ia tidak melihatnya sebagai ancaman langsung. 

"Kami melakukan analisis membangun versus membeli saat dalam proses membangun aplikasi kamera, dan saya pikir Instagram lebih baik dalam hal itu. Jadi saya pikir lebih baik membelinya," kata Zuckerberg, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 17 April 2025.

Sementara itu, WhatsApp, yang dibeli pada 2014, dianggap Zuckerberg punya teknologi bagus, tapi pendirinya tidak cukup ambisius untuk mengembangkan aplikasi itu lebih jauh.

Menurut Zuckerberg, Facebook justru memanfaatkan sumber daya dan jaringannya untuk mengembangkan kedua aplikasi itu hingga kini digunakan miliaran orang.

Mantan COO Meta, Sheryl Sandberg, juga bersaksi dan mendukung pernyataan Zuckerberg. Ia menambahkan bahwa Meta bersaing ketat dengan banyak perusahaan lain, termasuk Google, untuk memperebutkan waktu dan perhatian pengguna internet.

Dalam sidang Zuckerberg juga menyoroti bahwa TikTok kini menjadi pesaing paling serius bagi Meta, bahkan lebih populer daripada Facebook dan Instagram. Karena itulah, Meta meluncurkan fitur Reels untuk menyaingi TikTok.

Ia juga menyebut YouTube sebagai ancaman besar karena video menjadi bentuk konten yang paling banyak digemari saat ini, terutama di ponsel.

Kasus yang membelit Zuckerberg dimulai pada Desember 2020 dan bisa berakhir dengan Meta dipaksa menjual Instagram dan WhatsApp. Zuckerberg sendiri telah mencoba menyelesaikan kasus ini di luar pengadilan, termasuk dengan mendekati pemerintahan Presiden Trump pada saat itu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya