Berita

Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia/Net

Politik

Apresiasi Kerjasama TIK Indonesia-Rusia, Farah Putri: Aksi Nyata Merajut Masa Depan

RABU, 16 APRIL 2025 | 21:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi I DPR menyambut baik langkah pemerintah yang menjalin kerjasama strategis dengan Rusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Apresiasi itu dikatakan Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia. Kata dia, langkah Kementerian Komunikasi dan Digital yang menggagas penguatan kolaborasi bilateral ini adalah pintu menuju kemandirian digital bangsa, dengan fokus pada pengembangan jaringan 5G, perluasan broadband, e-commerce, dan teknologi masa depan.  

“Ini bukan sekadar kerjasama, tapi aksi nyata untuk merajut masa depan rakyat Indonesia yang lebih setara dan berdaulat,” ujar Farah dalam keterangan tertulis, Rabu 16 April 2025. 


Legislator PAN ini menegaskan, kolaborasi dengan Rusia yang dikenal memiliki keunggulan di bidang keamanan siber dan inovasi teknologi harus dimanfaatkan sebagai momen bersejarah untuk membangun infrastruktur digital Indonesia yang tangguh. 

“Kita tidak ingin hanya menjadi pasar. Kita harus jadi mitra sejati yang mampu menguasai teknologi, melindungi data rakyat, dan memastikan kedaulatan digital Indonesia terus tegak,” ujarnya.  

Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip teknologi untuk rakyat dalam setiap kesepakatan. Keamanan siber, perlindungan privasi warga, dan kontrol atas data nasional adalah harga mati. 

"Setiap langkah diplomasi digital harus berpijak pada kepentingan bangsa, bukan hanya kepentingan bisnis,” tuturnya.

Menyoroti usulan pembentukan Komisi Bersama Indonesia-Rusia untuk Teknologi Informasi dan Masyarakat Digital, Farah menyebut ini sebagai game changer, 

“Komisi ini akan menjadi garda depan untuk memastikan transfer pengetahuan, pengembangan SDM unggul, dan pemanfaatan teknologi yang berkeadilan. Ini adalah investasi untuk 50 tahun ke depan,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya