Berita

Tangkapan layar Poling X yang dilakukan Hendri Satrio/Rep

Politik

Isu Ijazah Jokowi Bisa Bikin Indonesia Ditertawakan Dunia

RABU, 16 APRIL 2025 | 16:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sebagian masyarakat yang terus mempersoalkan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang dikeluarkan Universitas Gadjah Mada (UGM) diminta untuk tidak memperpanjang polemik.

Sebab, menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensat, pembahasan yang berlarut-larut soal ijazah Jokowi hanya akan memperburuk citra Indonesia di mata dunia.

"Kalau pun palsu, ya sudahlah, hanya akan membuat Indonesia ditertawakan di mata dunia, sementara masih banyak permasalahan dalam negeri yang belum selesai," kata Hensat, Rabu 16 April 2025.


Melalui akun X pribadinya, founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu telah membuat poling mengenai sikap masyarakat jika benar ijazah Jokowi dari UGM ternyata palsu.

Dari 5,498 responden, sebanyak 48 persen atau 2.655 responden memilih jawaban "Dunia tertawakan kita" jika ijazah ini terbukti palsu. Opsi lainnya mencakup "Jokowi malu" sebesar 6,1 persen atau 335 suara.

Lalu "UGM Dibubarkan" sebesar 22,3 persen atau 1.226 suara, dan "Jokowi mesti kuliah lagi" sebesar 23,3 persen atau 1.282 suara.

Hensat melihat, isu ini sudah tak perlu dibahas lantaran pihak UGM sudah berkali-kali mengklarifikasi ini dan menegaskan bahwa ijazah serta skripsi Jokowi adalah asli.

"Tapi entah mengapa, hingga sekarang masih banyak yang menggoreng isu ini, padahal banyak isu yang lebih penting. Misal soal korupsi hingga ratusan triliun dan ekonomi negara yang masih belum pasti aman," ujarnya.

Menurutnya, isu ini terus hidup akibat polarisasi politik yang masih tajam di masyarakat. Dia menilai, masih banyak kelompok yang belum puas dengan warisan politik Jokowi. 

"Isu ijazah ini cerminan ketidakpuasan sebagian kelompok terhadap Jokowi, meski dia sudah lengser namun pengaruhnya masih besar sehingga narasi seperti ini terus dihidupkan untuk menyerang legitimasi kepemimpinannya," jelasnya.

Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina itu pun meminta publik agar tidak sibuk dengan hal-hal kecil, dan melupakan sejumlah tantangan besar yang sedang dihadapi.

"Sementara dunia terus maju, jangan sampai kita sibuk dengan hal-hal kecil yang membuat citra bangsa kita tercoreng," pungkas Hensat.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya