Berita

Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean Noel Barrot di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu, 26 Maret 2025/RMOL

Dunia

Hubungan Memanas, Prancis Balas Usir 12 Diplomat Aljazair

RABU, 16 APRIL 2025 | 14:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hubungan bilateral antara Prancis dan Aljazair kembali memasuki masa suram setelah Paris mengumumkan pengusiran 12 staf diplomatik dan konsuler Aljazair serta penarikan duta besarnya dari Aljir. 

Menurut Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, langkah ini merupakan balasan langsung atas tindakan Aljazair sehari sebelumnya yang memerintahkan 12 diplomat Prancis meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam.

"Pengusiran ini merupakan tanggapan yang proporsional dan diperlukan mengingat tindakan tidak bersahabat yang dilakukan pihak Aljazair," ujarnha dalam pernyataan pers, seperti dimuat Al Jazeera pada Rabu, 16 April 2025.


"Kami tidak bisa membiarkan pelanggaran terhadap hukum dan norma diplomatik internasional," tegasnya lagi.

Ketegangan bermula setelah pihak berwenang Prancis menahan tiga warga negara Aljazair, termasuk seorang pejabat konsuler, atas dugaan keterlibatan dalam penculikan aktivis dan influencer media sosial, Amir Boukhors, lebih dikenal sebagai "Amir DZ".

Boukhors, yang telah mendapat suaka politik di Prancis sejak 2023, diculik di pinggiran Paris pada April tahun lalu dan dibebaskan sehari kemudian. Ketiganya kini menghadapi dakwaan konspirasi penculikan dan "tindakan teroris".

Bagi Aljazair, penangkapan seorang karyawan konsulat oleh Prancis merupakan pelanggaran besar terhadap kekebalan diplomatik.

Pemerintah Aljazair menyebut tindakan Prancis sebagai "provokasi yang tidak dapat diterima" dan mendesak pembebasan serta pemulangan segera terhadap pejabat tersebut.

Seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Aljazair, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa pengusiran diplomat Prancis merupakan bentuk protes terhadap pelanggaran serius terhadap Konvensi Wina.

Tindakan ini menandai eskalasi tajam dalam hubungan antara kedua negara, yang sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan. 

Padahal seminggu sebelumnya, Barrot melakukan kunjungan ke Aljir dan bertemu dengan Presiden Abdelmadjid Tebboune. Saat itu, ia menyatakan bahwa hubungan bilateral telah kembali ke jalur yang konstruktif.

Namun, rangkaian peristiwa terbaru menunjukkan bahwa ketegangan historis dan politis masih membayangi relasi kedua negara. 

Dari dukungan Presiden Emmanuel Macron terhadap otonomi Maroko di Sahara Barat hingga pemenjaraan penulis Boualem Sansal oleh pengadilan Aljazair, ketidakpercayaan di antara kedua ibu kota tampaknya belum sepenuhnya surut.

Kementerian Luar Negeri Prancis juga mencatat bahwa jika pengusiran ini benar-benar dilakukan, maka ini akan menjadi kali pertama diplomat Prancis diusir dari Aljazair sejak kemerdekaan negara itu pada tahun 1962.

Sementara itu, Aljazair tetap menuntut ekstradisi Boukhors, yang saat ini dilindungi oleh status suaka politik. Ia telah menjadi sorotan otoritas Aljazair karena kontennya yang mengkritik tajam pemerintah melalui platform media sosial, terutama TikTok.

Krisis diplomatik ini bisa berimbas panjang tidak hanya pada kerja sama politik dan keamanan, tetapi juga pada hubungan ekonomi dan migrasi antara dua negara yang memiliki sejarah panjang dan kompleks.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya