Berita

Menteri Luar Negeri Moldova, Mihai Pop?oi, dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita di Chisinau pada Selasa, 15 April 2025/Net

Dunia

Moldova Sebut Inisiatif Otonomi Sahara Maroko Solusi Serius dan Kredibel

RABU, 16 APRIL 2025 | 13:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Republik Moldova secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko sebagai solusi atas sengketa berkepanjangan di wilayah Sahara. 

Dukungan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang diadopsi usai pertemuan antara Menteri Luar Negeri Moldova, Mihai Pop?oi, dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita di Chisinau pada Selasa, 15 April 2025.

Moldova menilai inisiatif tersebut sebagai dasar paling serius dan kredibel untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Sahara Barat.


“Republik Moldova menyampaikan dukungan penuhnya terhadap upaya tulus yang dilakukan oleh Maroko untuk menyelesaikan masalah Sahara Maroko,” kata Menteri Pop?oi dalam konferensi pers bersama.

Dalam pernyataan itu, Moldova juga menegaskan kembali komitmennya terhadap proses yang dipimpin oleh PBB yang bertujuan mencapai solusi politik yang adil, realistis, dan dapat diterima oleh semua pihak.

Kedua menteri sepakat bahwa PBB harus tetap menjadi satu-satunya kerangka kerja untuk penyelesaian konflik Sahara, dan menyatakan dukungan bersama terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2756 (2024). 

Resolusi ini menekankan perlunya pendekatan yang pragmatis dan berkelanjutan, serta mendorong para pihak untuk mencapai kompromi demi solusi damai.

Moldova dan Maroko juga menegaskan dukungan mereka terhadap Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB dalam upayanya memajukan proses politik tersebut. 

Selain itu, kedua negara menegaskan kembali komitmen mereka terhadap mandat Misi PBB untuk Referendum di Sahara Barat (MINURSO).

Kunjungan Menteri Bourita ke Moldova menjadi bagian dari upaya diplomatik Maroko untuk memperluas dukungan internasional terhadap rencana otonomi sebagai solusi jangka panjang atas konflik Sahara yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya