Berita

Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005–2015 Din Syamsuddin melayat Tun Abdullah Ahmad Badawi di Kuala Lumpur Malaysia pada

Dunia

Din Syamsuddin Melayat Jenazah Tun Abdullah Badawi di Kuala Lumpur

RABU, 16 APRIL 2025 | 12:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ribuan pelayat memadati Masjid Negara Malaysia di Kuala Lumpur untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Tun Abdullah Ahmad Badawi, mantan Perdana Menteri Malaysia yang wafat beberapa hari lalu. 

Di antara para pelayat hadir pula tokoh Muslim dari Indonesia, Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005–2015 Din Syamsuddin yang turut menyampaikan takziyah secara langsung kepada keluarga Almarhum.

Din Syamsuddin, yang kebetulan berada di Kuala Lumpur untuk menghadiri Persidangan Antarbangsa tentang Dialog Peradaban di Universiti Malaya, menyempatkan diri melayat jenazah Almarhum yang akrab disapa "Pak Lah". 


Didampingi Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Fahmi Syamsuddin, ia berdoa di hadapan peti jenazah dan menyampaikan belasungkawa kepada istri, adik Almarhum, serta sejumlah pejabat tinggi Malaysia.

“Saya bersyukur dapat ikut serta bertakziyah kepada keluarga Almarhum Tun Abdullah Badawi dan rakyat Malaysia yang memenuhi Masjid Negara ini,” ujar Din Syamsuddin, seperti dimuat dalam keterangan yang diterima redaksi pada Rabu, 16 April 2025.

Ia juga mengenang kedekatannya dengan Almarhum, yang ia sebut sebagai sosok negarawan dan cendekiawan Muslim yang rendah hati. 

“Pada 2009, saya bersama enam tokoh Muslim dari Indonesia pernah menemui Pak Lah untuk mendorong penyelesaian krisis Ambalat antara Malaysia dan Indonesia dengan semangat ukhuwah Islamiyah,” kenangnya.
 
Saat itu, Din menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan memimpin delegasi tokoh Islam Indonesia.

Meskipun tidak sempat mengikuti shalat jenazah karena jadwalnya sebagai pembicara di Universiti Malaya, Din Syamsuddin secara khusus menyampaikan takziyah di hadapan sekitar dua ribu peserta persidangan. 

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim, yang hadir menutup acara.

“Kepergian Almarhum Tun Abdullah Badawi ke hadirat Allah SWT bukan hanya kehilangan bagi Malaysia, tetapi juga bagi Dunia Islam, karena Almarhum dianggap sebagai seorang figur negarawan dan cendekiawan Muslim dunia,” ujar Din Syamsuddin dalam pidatonya di persidangan.

Upacara pemakaman Tun Abdullah Badawi diwarnai dengan suasana duka yang mendalam, sekaligus penuh penghormatan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh lintas agama dan diplomat asing, yang menunjukkan betapa luasnya pengaruh dan jasa Almarhum semasa hidupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya