Berita

Tangkapan layar CCTV oknum dokter di Garut melakukan pelecehan seksual/Rep

Nusantara

Dokter Kandungan Lecehkan Pasien Bikin Cemas Masyarakat

Kemenkes dan IDI Harus Turun Tangan
RABU, 16 APRIL 2025 | 09:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di tengah ramainya kasus dokter residen anestesi PPDS FK Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung yang memperkosa keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kini muncul kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter kandungan di Garut, Jawa Barat.

Kejadian ini pun disayangkan banyak pihak. Bahkan Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak mengutuk keras tindakan pelecehan seksual tersebut.

"Kejadian berulang. Harus menjadi perhatian kita," kata Dahnil lewat akun X miliknya, Rabu 16 April 2025.


Dahnil menilai, kasus-kasus seperti ini telah menimbulkan kecemasan luas di masyarakat, terutama di kalangan keluarga pasien perempuan. 

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan bahwa tindakan cepat dan tegas harus diambil oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

"Jangan sampai para pasien perempuan. Para bapak bertambah cemas ketika anak perempuannya, istrinya sakit ditangani oleh dokter laki-laki," tegas Dahnil.

Pembiaran atas kasus-kasus serupa bisa menggerus kepercayaan publik terhadap tenaga medis, terutama dalam penanganan pasien perempuan. 

Untuk itu diperlukan reformasi sistem pengawasan dan evaluasi etik yang ketat terhadap seluruh praktisi kesehatan.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya