Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pasar Masih Waspada, Dolar AS Rebound versus Euro

RABU, 16 APRIL 2025 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS)  terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup menguat pada perdagangan Selasa 15 April 2025 Waktu setempat atau Rabu pagi WIB.

Investor masih terus waspada dan memantau perkembangan kebijakan tarif AS yang berubah-ubah. Perubahan cepat ini mengurangi kepercayaan pasar dan menyebabkan investor mencari tempat yang lebih tenang di luar AS yang minggu lalu membuat imbal hasil US Treasury naik tajam dan mengurangi daya tarik greenback.

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) naik 0,58 persen menjadi 100,215 pada penutupan Selasa.


Dolar AS menguat terhadap Euro dan Yen, menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang tentatif menyusul aksi jual tajam yang menyebabkan Indeks DXY jatuh lebih dari 3 persen pekan lalu.

Harga impor Amerika secara tak terduga menyusut sepanjang Maret, menurut data yang dirilis pada Selasa. Harga impor ini tertekan penurunan biaya untuk produk energi, indikasi terbaru bahwa inflasi mereda sebelum tarif Trump yang luas mulai berlaku.

Sebagian besar pasar Amerika akan ditutup untuk hari libur Jumat Agung, pekan ini, meski valuta asing akan tetap buka.

Euro melorot 0,70 persen menjadi 1,127 Dolar AS setelah pekan lalu mencapai level tertinggi tiga tahun di 1,1473 Dolar AS.

Perbankan zona Euro juga mengekang akses perusahaan terhadap kredit pada kuartal terakhir. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. 

Dolar menguat 0,12 persen terhadap Yen Jepang menjadi 143,16 Yen per Dolar AS, tidak jauh dari level terendah enam bulan pada sesi Jumat di 142,05.

Jepang akan mengupayakan penghapusan penuh tarif tambahan yang dikenakan oleh Trump. 

Dolar melonjak 0,91 persen menjadi 0,822 Franc Swiss setelah merosot ke level terendah 10 tahun terhadap mata uang Swiss itu pekan lalu.

Poundsterling naik 0,15 persen menjadi 1,3209 Dolar AS setelah sebelumnya mencapai 1,3252 Dolar AS, tertinggi sejak 3 Oktober.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya