Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kemenhut, Selasa, 15 April 2025/Ist

Bisnis

15 Ribu KUPS Siap Bertransformasi jadi Kopdes Merah Putih

RABU, 16 APRIL 2025 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah akan membuat 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih guna menopang perekonomian rakyat. 

Terkait itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pihaknya memiliki 15 ribu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang dapat ditransformasikan menjadi koperasi. 

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni dalam pertemuan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kemenhut, Selasa, 15 April 2025. 


Dalam pertemuan itu, hadir pula Wamenhut Sulaiman Umar dan Wamendes PDT Ahmad Riza Patria beserta jajaran. 

Kemenhut dan Kemendes PDT sendiri diketahui sudah melakukan penandatanganan MoU sebagai bentuk kerja sama. Menhut Raja Antoni mengatakan akan banyak kerja sama yang dilakukan, salah satunya yakni terkait dengan Koperasi Merah Putih gagasan Presiden Prabowo Subianto.

“Akan banyak kerjasama antara Kementerian Desa dengan Kementerian Kehutanan, yang terdekat karena ini perintah Pak Presiden, sekarang perhutanan sosial itu kita sudah membagikan sertifikat 8 juta hektare. Dari 8 juta hektar tersebut kita bentuk KUPS, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial jumlahnya sekarang ada 15 ribu KUPS,” ujar Raja Antoni. 

Lanjut dia, di dalam 8 juta hektare Perhutanan Sosial di dalamnya telah terbentuk 15 ribu KUPS yang telah berkembang bahkan sudah melakukan ekspor. Menurutnya, guna mendukung program Presiden Prabowo Subianto nantinya KUPS ini dapat ditransformasikan menjadi koperasi 

“Kami sudah mengelompokkan mana KUPS yang sudah platinum, gold dan blu berdasarkan jenis usaha dan juga berapa banyak men-generate penghasilan. Saya berpikir kemarin dengan Pak Sekjen berdiskusi, 15 ribu mungkin KUPS ini bisa kita transformasi jadi koperasi. Kelompok usahanya sudah ada, ada yang sudah bisa ekspor, ada yang juga masih berkembang,” jelasnya.

Ia menilai, selain mendukung program Presiden Prabowo, hal itu juga nantinya bisa menambah lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan negara. Selain itu, para petani juga dapat ditingkatkan keterampilan dan pengetahuannya. 

“Saya kira itu bisa mengambil porsi, dengan kelompok yang sudah ada asetnya, tinggal mendorong permodalan, upskilling. Ini nantinya dapat menyerap lapangan kerja dan menambah pendapatan negara,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan adanya 15 ribu KUPS ini merupakan hal yang luar biasa. Mendes menilai, dengan adanya kerja sama dan kolaborasi antara Kemenhut dan Kemendes PDT dapat mempercepat program-program pemerintah.

“Betul sekarang kita sedang membuat menyukseskan bapak presiden, terkait koperasi 15 ribu KUPS sesuatu yang luar biasa bisa kita publish modal yang bisa kita sampaikan pada publik bahwa koperasi bisa jadi sesuatu yang luar biasa dengan kerja sama Kemenhut dan Kemendes,” ujar Yandri.

“Koperasi merah putih jadi ini bukan milik orang  per-orang tapi milik pemerintah. Jadi program Bapak Presiden sangat mulia, mesti kita kawal betul. Kolaborasi ini bisa mempercepat program pemerintah yang ada,” sambungnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya